Kepsek : SLB Batu Merah Peroleh 10 Murid Baru, Kabid Sangat Intens Tanyakan Keberadaan Sekolah
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) sampai hari ini masih berlanjut dan itu juga berlaku pada Sekolah Luar Biasa (SLB). Saat media ini menyapa Kepsek SLB Batu Merah, Irma Dukomalamo, S.Pd dengan penuh ramah diruang kerjanya menjelaskan. Setelah mendapat juknis dari Dikbud, saya membentuk tim SPMB untuk berproses dan sampai kini tim terus bekerja.

"Dimana mulai dengan buat penjaringan khusus dikota Ambon dengan bagi-bagi brosur untuk masyarakat supaya mereka tahu kalau ada SLB untuk dapat sekolahkan anak-anak berkebutuhan khusus. Dan bukan hanya SLB Batu Merah tetapi juga ada beberapa SLB lainnya, untuk mendaftar sesuai rumah terdekat dengan sekolah. Dan sampai dengan hari ini untuk SLB Batu Merah telah terdaftar 10 murid berkebutuhan khusus", ungkapnya.
Dengan hambatan yang dimiliki antara lain tunanetra, daun sindrome mngkin tulisannya downsindrome dan autis sudah sampai pada proses pendaftaran. Lanjutnya, tim berproses calon siswa diharuskan mendaftar membawa Kartu Keluarga akta kelahiran beserta orang tua dan siswa yang bersangkutan. Tujuannya pada saat daftar kami langsung lakukan identifikasi awal kepada siswa, agar Tim dapat bagi guru berdasarkan anak keadaan siswa.

"Sekalian kita menggali informasi terkait keberadaan anak itu sendiri dari orang tua, kita wawancarai, observasi anak hingga kita bisa tahu hambatannya seperti apa saja. kebutuhannya apa saja sehingga dapat tempatkan sesuai kelasnya. Dan guru dapat menyusun program sesuai dengan kebutuhan anak -anak tersebut. ", ungkapnya.
Sekali lagi sampai hari ini sudah kurang lebih 10 anak terdaftar dan tim SPMB kini sedang membuat rundown kegiatan untuk MPLS yang akan berlangsung pada (13/07/26). Dan menyangkut pendaftaran tidak hanya siswa baru tetapi naik jenjang juga daftar sebab ada lulusan SD naik SMP dan SMP naik jenjang. Sembari sebut untuk tahun ini ada dua siswa dari Sekolah SLB, beralih ke jenjang SMP reguler Muhamadiyah.

"Ini jelas menjadi kebanggaan kami, sebab boleh mengajar siswa hingga kini sudah bisa beralih ke sekolah reguler. Dan soal penerimaan siswa di SLB , tidak ada penempatan kuota, siapa saja boleh daftar. Seandainya proses pembelajaran telah berjalan masih ada yang masuk tetap diterima. Karena itu sudah merupakan petunjuk dari kementrian untuk kami harus berpihak bagi mereka yang mengalami keterbelakangan.
"Saat dimintai harapan dari ibu Kepsek sendiri seperti apa, sebagai kepsek saya mau sampaikan Alhamdulillah puji Tuhan. Sebab sampai hari ini proses pendidikan di SLB Batu Merah berjalan baik dan lancar karena sangat mendapat dukungan dari Dikbud melalui ibu Kabid. Ibu Helga Sahetapy, setiap saat selalu berkomunikasi apalagi dengan adanya penerimaan murid baru, hingga kami sekali lagi sangat bersyukur", terangnya.

Dan satu lagi harapan saya, kiranya pada MPLS ramah kami juga masuk seperti tahun kemarin, karena tahun lalu itu kami langsung dikunjungi oleh Kementerian terkait MPLS ramah. Saya harap supaya tahu ini juga berjalan dengan memberikan materi-materi dan juga edukasi-edukasi tentang pengenalan lingkungan sekolah yang ramah kepada anak-anak.
Kemudian akses-akses mereka untuk mengenal lingkungan sekolah sehingga menjadi suatu pengembangan kompetensi bagi mereka. Sembari tambahkan,setiap yang terjadi pada kami selalu melaporkan berbagai pengembangan SLB Batu Merah. Sekali lagi kami menjalani komunikasi secara Intens, beliau selalu menanyakan perkembangan SLB sudah sampai di mana proses penerimaan dan lainnya.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar