La Hamidi : Perlu 12 Hektar Untuk Hilirisasi Ubi Kayu Di Bursel, Sementara Perjuangkan Lahan HPH
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Bupati Buru Selatan La Hamidi selesai jalani pertemuan dengan Pemerintah Propinsi Maluku yang dipimpin Sekda Maluku Sadali Ie. Pada Senin (03/08/26) untuk membahas hilirisasi ubi kayu yang siap dilakukan pada Kabupaten Buru Selatan. Saat dimintai keterangan dari let's setelah ikut pertemuan, Bupati yang sangat dekat dengan pers itu utarakan.

"Sebenarnya Beta belum mau bicara banyak apalagi untuk wartawan, sebelum hasilnya ada seharusnya tunggu sudah ada hasil boleh baru disampaikan. Namun karena kalian sudah tanyakan terkait hilirisasi ubi kayu yang pasti sampai ini kami telah lakukan suatu proses yang panjang. Dimana sejak bulan lalu kami telah adakan pertemuan dengan pemerintah pusat", tuturnya.
Dimana pertemuan dengan Kementrian Pertanian, Bappenas serta pihak lainnya, untuk mensinkronisasikan semua yang merupakan pikiran besar dari gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Dimana sesuatu pikiran besar dari pimpinan kami yaitu mengangkat pangan Maluku yang prosesnya ada di daerah Buru Selatan. Dengan demikian tentunya sebagai pemerintah daerah katong harus mendukung.

"Lanjutnya, sampai hari ini kami sudah berproses begitu luar biasa, dan pada (008/26) kami tindak lanjut dari proses yang sudah berjalan. Untuk matangkan semuanya sehingga dikemudian hari tidak bermasalah sebab untuk katong ketahui di Maluku ini kalau soal lahan jadi masalah besar. Dan sesuai permintaan Kementrian Pertanian yang paling penting memantapkan lahan.
"Mereka tidak ingin seperti kejadian di Malteng sudah ok terjadi kendala dilahan, maka untuk Bursel katong harus mantapkan itu semua dengan terus lakukan koordinasi berbagai pihak. Bebab ini sudah masuk RKP 2027, hingga kami sangat serius perjuangan ini, sebab miliki multi player efek terutama bagi kegiatan perekonomian dan untuk itu semua dibutuhkan lahan 12 Hektar", terangnya.

Sembari sebut untuk produksi turunan yaitu bras ubi kayu jadi pangan itu diperlukan sedangkan untuk bibi komunitasnya sudah ada terbangun dari Lampung. Dan dari sistem juga ada bibit unggul yang produksinya 40-50 ton, dan sekarang ini upaya yang sudah dilakukan 75 persen. Hingga sekarang ini kami dan ebih terus kerja untuk bisa dapat peroleh 100 persen dengan katakan kalau 12 hektar itu ada lahan inti dan lahan plasma.
Terkait semuanya itu l kini kita sementara bahas sebab di Bursel itu lahan yang bisa digunakan tidak sampai 10 persen, makanya sementara diperjuangkan kawasan HPH yang bisa dikonversi. Namun mekanismenya panjang dimana butuh waktu, maka lewat jejaring jejaring kami minta pendampingan pa Gubernur untuk membebaskan kawasan HPH.

"Sebab seandainya pembebasan lahan maka ada lebih dari 30 ribu hektar, itu berarti kita bisa bangun apa saja dengan katakan pada pertemuan Beta sedikit tensi naik. Sebab perlu perjuangan bersama, karena sebagai pimpinan saya melihat banyaknya lahan HPH miliki dampak yang tidak baik", ungkap Bupati yang sangat akrab dengan wartawan itu.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar