
LAITUPA : PERTEMUAN JMS SAMPAIKAN ISU STRATEGI UNTUK DIANGKAT PADA MUSREMBANG
Ambon, MalukuBersatu. Com-Direktur Yayasan Bakti, pada Selasa (25/02/25) berkenan membuka kegiatan dengan tajuk "bacarita manise (Maluku Inklusif dan Sejahtera). Dimana kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama pemerintah Propinsi Maluku dalam hal ini Bapeda yang dipimpin Anthon Lailossa. Selain itu juga dengan beberapa LMS, dalam sambutan Yusran Laitula menuturkan, kita patut bersyukur kepada Allah SWT.
Karena kita boleh berkesempatan ikut kegiatan yang sangat penting, berhubungan dengan isu-isu inklusif kelompok rentan dan marginal dalam perencanaan pembangunan di Provinsi Maluku. Lanjutnya, Yayasan BaKTI yakni Program INKLUSI, bekerja sama dengan Program SKALA Provinsi Maluku, Bappelitbangda Provinsi Maluku, Rumah Generasi.
Yang mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan disebut sebagai Bacarita Manise, dengan mempertemukan Jaringan Masyarakat Sipil (JMS) . Sama-sama bacarita, berdiskusi mengenai betbagai isu pembangunan terkini, terkait dengan perencanaan pembangunan. Sebutnya, bacarita Maluku Inklusif dan Sejahtera, sebagai arena mempertemukan Jaringan Masyarakat Sipil.
Untuk bahas kebutuhan apa yang ada di masyarakat dan pertemuan ini, merupakan awal membangun kesepahaman Jaringan Masyarakat Sipil mengenai isu-isu strategis. Khususnya kelompok rentan dan marjinal, pendekatan kesetaraan gender, pemenuhan hak penyandang disabilitas dan inklusi sosial atau yang populer dengan sebutan GEDSI. Isu kelompok rentan dan marjinal serta pendekatan GEDSI adalah isu nasional dan global,
Agar ketika kita membicarakan bukan berarti kita ikut-ikutan, atau supaya dianggap tidak ketinggalan. Akan tetapi isu-isu tersebut penting kita bicarakan, sebab terkait dengan isu kesejahteraan, pelayanan publik, hak asasi, dan kemanusiaan. Dikatakan bacarita Maluku Inklusif dan Sejahtera, mempertemukan Jaringan Masyarakat Sipil.
Harapannya dapat menghasilkan beberapa isu strategis dan prioritas, yang dapat menjadi bahan masukan pada Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku 2025-2030. Ditambahkan, walaupun terlalu singkat untuk membahas isu strategis dan prioritas, tapi setidaknya kita memulai sesuatu yang positif dan progresif.
Agar ke depan diharapkan menjadi sesuatu yang terprogram dalam agenda Pemerintah Provinsi Maluku, dalam hal ini agenda Bappelitbangda Provinsi Maluku. Sebab sangat penting, agar kegiatan-kegiatan yang dianggap adhoc, tidak selalu dan hanya sekadar mempertemukan suara-suara kritis. Tetapi suara-suara kritis ini memang diperlukan untuk menjembatani apa-apa yang terjadi di dalam masyarakat.
Kegiatan ini kiranga dapat diakomodasi di dalam dokumen perencanaan pembangunan, dan itu dilakukan secara resmi melalui mekanisme yang diakui oleh pemerintah. Setiap permasalahan yang harus diselesaikan, bagaimanapun baiknya strategi untuk penyelesaiannya. Maka harus melalui prosedur resmi yang telah disediakan oleh negara.
Untuk itu, kita yang menyebut diri sebagai masyarakat sipil, pun harus ikut mengkritisi, mempengaruhi, dan memberi masukan. Terhadap setiap proses yang telah disediakan oleh negara dan pemerintah. Lanjut Laitupa, Bacarita Maluku Inklusif dan Sejahtera adalah forum untuk kita semua membicarakan masalah-masalah masyarakat yang ada di Provinsi Maluku.
"Kami yang ada di SKALA, Bappelitbangda, Program INKLUSI BaKTI, dan Rumah Generasi hanyalah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Tetapi semua yang tergabung di kegiatan ini memiliki peranan penting suarakan segala masalah untuk didengar oleh pemerintsh. Sehingga selanjutnya ada perhatian untuk dibahas dalam musrembang," tutup. Yusran Laitupa.
(MB-01)
No Comments