Laturiuw : MPLS & GAMAS Dipadukan Begitu Perhatian Ayah, Karakter Siswa Dibentuk Pada Tema Besar "Ramah"
Ambon,MalukuBersatu.Com,-SMA Negeri 1 Ambon dibawah kepemimpinan Lanny Laturiuw, pada Selasa (14/07/26) melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kepada siswa baru yang berjumlah 417 anak, kepada media ini kepsek yang sangat dekat dengan wartawan itu menyatakan. SMA Negeri 1 Ambon melaksanakan MPLS "Ramah", sekaligus peluncuran gerakan ayah mengantar anak ke sekolah (gamas).

Dan dua acara yang dipadukan jadi satu ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa, terlihat sejak pagi, pukul 007/00 WIT. Begitu antusias ayah mengantar anak terlihat sangat banyak ini kami nanti bisa dibuktikan dengan testimoni. Terpampang dipapan begitu banyak tulisan dari ayah, harapan-harapan yang mereka tulis ada daftar hadir yang ditanda tangan oleh para ayah. Sebagai bukti mereka telah miliki perhatian mengantar anak ke sekolah.

Dengan demikian sebagai Kepsek dan dewan guru, kami benar-benar sangat senang karena setiap orang tuh mendukung anak didik PADA SMA N 1 Ambon. Untuk itu kami di sekolah berupaya menciptakan suasana MPLS yang benar-benar "Ramah". Sehingga anak-anak datang ke sekolah ini betul-betul merasa aman nyaman sesuai dengan program pemerintah.

Yang diluncurkan oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pada loungching budaya sekolah aman-nyaman, dan itu akan kami buktikan pada hari terakhir akan ada deklarasi budaya sekolah aman dan nyaman. Mudah-mudahan bersama-sama kita menciptakan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak untuk bisa mencapai cita-cita. Mereka dididik dibina, diarahkan dengan pola-pola pembinaan yang sangat edukatif aman dan nyaman.

Dan paling utama tentunya mereka bahagia ada di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Ambon, apa sih yang mereka lakukan di sekolah ini. Sehingga benar-benar bisa mewujudkan sekolah yang betul-betul aman-nyaman bagi setiap anak yang datang ke sini. Untuk merasa aman-nyaman kita berikan materi tujuh kebiasaan baik anak Indonesia.

Program ini kan kami sudah lakukan dari tahun-tahun yang sebelumnya dan sudah ada catatan atau jurnal tujuh kebiasaan baik. Bukan sekedar mengisi jurnal atau sekedar menghafal urutan dari 7 kebiasaan baik tapi bagaimana pembiasaan kebiasaan-kebiasaan dilakukan akan menjadi sebuah apa namanya budaya dan akhirnya itu menjadi sebuah peradaban bagi anak-anak.

Dimana l tidak sekedar tahu bangun pagi berolahraga beribadah tapi betul-betul terimplementasi sehingga terintegrasi nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan anak-anak. Dan materi ini kami edukasikan anak-anak untuk mulai meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang lama. Mudah-mudahan bisa membentuk karakter anak-anak yang baik dan dapat tercipta peradaban anak dengan tujuh kebiasaan baik.

"Saya sampaikan anak-anak bukan soal pintar karena seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantoro pintar itu sudah menjadi kodrat alam. Namun pintar itu belum tentu berkarakter oleh karena itu tugas sekolah adalah bagaimana membentuk anak-anak yang sudah memiliki intelijen yang baik. Kita bentuk karakternya Maja sesuai visi besar sekolah SMA 1 berkarakter kuat dan cerdas. Mudah-mudahan kita bisa menciptakan itu sepanjang 3 tahun anak-abak ada ada di Asma N 1 Ambon.
Hingga ketika tamat dimensi profil kelulusan dan diharapkan dapat tercermin pada setiap anak yang lulus dari SMA Negeri 1 Ambon. Lanjutnya, untuk kegiatan yang disiapkan selama lima hari, kami mengacu pada Permendiknas nomor 6 tahun 2026. Kemudian mengacu pada juknis pelaksanaan MPLS, ada materi wajib materi itu yang memang harus wajib yang mesti dijalankan sesuai dengan juknis.

Salah satunya materi anak ceria atau kebiasaan baik anak Indonesia hebat dan ramah ber media sosial selain itu bagaimana anak bisa mensiasati tentang game-game online. Menyangkut itu kami mencari narasumber narasumber yang betul-betul punya kompetensi di bidang mereka untuk memberikan materi bagi murid kelas 10 SMA N 1 Ambon. Selain itu ada juga materi-materi tambahan yang harus kami lihat.
Kalau saya sebagai kepala sekolah sampaikan materi menyampaikan wiyata Mandala dan tujuh kebiasaan baik. Karena ini materi-materi yang memang sudah dianjurkan atau direkomendasikan oleh Kementerian. Sebutnya, sebelum panitia melakukan MPLS, telah ikut webinar yang dilakukan oleh Kemendikdasmen. Sehingga apa yang kita lakukan terarah sesuai kebijakan kementerian pendidikan nasional dan kebijakan dari pemerintah daerah.

Mengakhiri komentar ibu Kepala Sekolah harapan anak-anak SMA Negeri 1 Ambon yang sedang mengikuti MPLS mudah-mudahan materi yang berikan berdampak bagi mereka. Terutama bisa merubah mindset dan pola hidup mereka tadi saya sampaikan mampu membentuk regulasi diri. Sehingga menjadi contoh dan teladan bagi teman-teman di sekitar tapi terlebih khusus dimana siswa yang bersangkutan berada dilingkungan keluarga dan masyarakat.
"Jadi MPLS yang dilaksanakan selama lima hari tidak hanya sekedar kenal sekolah, kenal guru dan teman-teman. Diharapkan dari materi-materi yang diberikan itu akan berdampak merubah pola pikir dan kehidupan perilaku peserta didik", harapnya. Sementara itu sempat dipantau media ini, begitu seriusnya ibu Kepsek sampaikan materi untuk berikan penghargaan kepada murid baru terhadap lingkungan SMA N 1 Ambon.

(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar