
Lewerissa : Pendidikan Prioritas Jadikan SDM Maluku Tangguh Berkualitas Tidak Ada Likes And Dislikes
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pada Rabu (07/05/35) menghadiri Rapat Tehnis Evaluasi dan Perencanaan Pendidikan. Yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dannKebudayaan Propinsi Maluku, berlangsung di hotel Golden place. Dikatakan sebagai insan beragama kita panjatkan syukur atas Rahmat Tuhan Yang Haha Kuasa, karena atas penyertaanNya kita dapat menghadiri acara ini dalam keadaan sehat. Atas nama pemerintah provinsi Maluku saya menyambut baik serta mengapresiasi penyelenggaraan rapat teknis evaluasi dan perencanaan pendidikan.
Dalam rangka mengevaluasi kegiatan tahun 2004 persiapan kegiatan tahun 2025 dan merencanakan kegiatan di tahun 2026 mendatang. Kita tahu bersama, pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun masa depan generasi bangsa. Olehnya kegiatan ini menjadi momentum yang sangat strategis, untuk mengevaluasi berbagai kebijakan dan program pendidikan yang sudah berlangsung di tahun 2024.
Kita melihat sejauh mana program yang telah dirumuskan dan solusi yang tepat dalam memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat di Maluku. Lanjutnya, diketahui bersama kondisi geografi Maluku yang 92,4 persen laut miliki tantangan tersendiri dalam membangun dunia pendidikan. Untuk itu koordinasi sinergitas yang efektif dengan para pihak perlu dilakukan, guna mencapai tujuan pendidikan uang mencerdaskan kehidupan anak bangsa.
untuk itu saya memintakan perhatian serius dari kita semua, ikesempatan terbaik ini saya menggunakan waktu untuk menyampaikan kepada forum rapat yang terhormat. Sesungguhnya sektor pendidikan merupakan sektor yang menjadi top prioritas dari pemerintahan saya dan wakil gubernur. Selain sektor kesehatan dan tentu saja karena kita adalah daerah kepulauan maka infrastruktur koniktifitas antar wilayah juga penting.
Mengapa saya anggap penting sebab pendidikan di bumi Maluku sekarang ini tidak baik-baik saja alias terpuruk dan kita juga diperhadapkan dengan kondisi geograsi kepulauan lebih besar dari daratan. Hingga akses stabilitas dan konektifitas itu jadi masalah, dimana dari segi pendidikan distribusi tenaga pendidikan yang tidak merata.
Saya dan wagub belum 100 bertugas pimpinan Maluku dan kami mampu melakukan identifikasi sektor pendidikan di Maluku banyak alami persoalan. Diantaranya infrastruktur pendidikan, ruang belajar, keterbatasan fasilitas perpustakaan, laboratorium dan lainnya. keberadaan guru yang tidak merata dan tentu soal kesejahteraan para pendidik. Banyak sekali keluhan yang datang kepada saya sebagai gubernur Maluku.
Belum lagi soal TPP tidak terbayarkan di tahun 2024 ini juga masalah kami sebagai gubernur, hingga sebagai kepala daerah tidak dapat menuntut banyak. Sebab kami lalai untuk memperhatikan kesejahteraan para guru. Selain itu koordinasi dengan UPTD pendidikan 10 kabupaten kota tidak berjalan maksimal. Bahkan pengawas pengawas sekolah tidak diperhatikan sampai pada dan usulan-pergantian kepala sekolah.
Dengan tegas Gubernur mintakan jadi perhatian Kadisbud, saya minta serius untuk melihatnya, bagi kepala sekolah yang tidak kompeten atau tidak punya kemampuan kelola sekolah secara baik saya minta jadi perhatian. Kadis lakukan usulan pergantian, sebab banyak yang tidak efektif terhadap pengusulan kenaikan pangkat para guru. Sebutnya semuanya itu harus direspon secara cepat oleh dinas pendidikan.
Saya mendapat terlalu banyak keluhan dari begitu banyak stakeholder di sektor pendidikan, saya minta jangan main-main soal pendidikan. Sebab kita sementara berjuang untuk anak Maluku miliki Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkualitas disektor pendidikan. Hingga benar-benar harus direnovasi kalau tidak jangan heran kita akan jadi penonton dinegeri sendiri.
Contoh sederhana fakultas kedokteran Unpatti terima mahasiswa baru yang paling banyak bukan dari dalam Maluku. Itu kenapa karena anak Maluku kalah bersaing dengan dari luar daerah sebab sekali lagi kualitas kita rendah. Padahal dulu orang-orang tua kita pengajar yang membukakan mata peradaban orang-orang lain. Suku-suku bangsa lain di Papua Maluku Utara Makassar bahkan mengajar sampai di Malaysia.
Itu terjadi puluhan tahun kini potret itu terbalik justru sektor pendidikan terpuruk, kwalitas pendidikan rendah jangan kita anggap biasa saja. Sekali lagi saya akan benar-benar fokus di sektor pendidikan, bukan karena orang tua saya pendidik tapi saya ingin pendidikan sebagai sarana utama untuk memperoleh SDM yang unggul dan berkualitas. Yang kita buat semua agar generasi Maluku bisa bersaing bisa berkompetisi diera kompetitif seperti sekarang.
Kalau kita tidak melakukan itu maka alumni SD SMP SMA dan perguruan tinggi jadi penonton tidak punya arti apa-apa. Pengangguran akan terus menghiasi wajah Maluku, maka para peserta 100 orang dari setiap kabupaten/Kota, saya minta rapat seperti begini bukan hanya sekedar acara biasa. Tapi ini komunitas pendidikan kalau anda tidak menunjukan etikad yang baik lalu siapa yang akan jadi panutan.
Saya minta ini jangan dianggap biasa kalau kalian terbiasa kerja dengan kultur pemerintahan sebelum-sebelumnya saya minta jangan lakukan dimasa kepemimpinan saya. Karena saya gunakan kewenangan untuk memunculkan pemimpin baru disektor pendidikan.
"Pada kepemimpinan kami berdua tidak ada yang namanya likes and dislike , kami ingin cari yang berkompeten untuk majukan sektor pendidikan sebab kami sangat perhatikan kesejahteraan guru. Itu tanggunjawab kami yang tidak main-main", tegas Gubernur.(MB-01)
Belum Ada Komentar