
LEWERISSA : TEGASKAN TIDAK ADA PROMOSI JABATAN BERDASARKAN UNSUR SUKA DAN TIDAK SUKA
Ambon, MalukuBersatu.Com,–Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, mengikuti Dialog Interaktif dengan topik : “Satu Jam bersama Gubernur Maluku”. Yang tujuannya menjaring aspirasi dari masyarakat seputar pelaksanaan kepemimpinannya lima tahun kedepan. Kegiatan itu berlangsung di RRI Ambon pada Studio Program 1, Senin (10/3/2025). Dikesempatan itu Lewerissa menegaskan bahwa tata kelola birokrasi menjadi hal penting.
Dan berada pada poin pertama sapta cita, untuk mengidentifikasi masalah birokrasi yang ada, serta diperhadapkan dengan jumlah ASN sebanyak kurang lebih 11.500 orang. Itu merupakan potensi besar, namun apa arti jumlah yang besar jika tidak mampu mengelola atau menatanya, hingga bisa memberi kontribusi positif untuk kemajuan Maluku.
“Olehnya itu kita sudah berkali-kali menyampaikan bahwa kesempatan pengisian jabatan, promosi, dan mutasi itu atas pertimbangan murni kompetensi. Selain itu kemampuan kapasitas dan karakter yang baik, jadi tidak ada lagi promosi jabatan di Provinsi Maluku yang dilakukan karena faktor suka atau tidak suka. Sebab dipastikan tidak akan terjadi di pemerintahannya lima tahun kedepan", tutur Lewerissa.
Agar kita dapat menjadi tim kerja yang memandang Maluku dari visi dan misi yang sama, jelasnya kepada salah satu penanya yang bergabung dalam Dialog Interaktif. Sebut terkait efisiensi anggaran adalah kesempatan bagi kami di Maluku untuk merancang program yang relevan. Terhadap kepentingan masyarakat, dimana dipermudah dengan hidup di era digitalisasi, yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Dan tidak melihat sebagai hambatan, justru ini adalah kesempatan untuk merumuskan kegiatan dan program yang relevan dan penting untuk masyarakat. Agar dapat meningkatkan pengawasan secara internal, setiap kebijakan internal yang dibelanjakan harus dipergunakan dengan bertanggung jawab,” tegas Lewerissa.Menjawab pertanyaan salah satu pendengar radio mengenai Investasi.
Gubernur katakan, dirinya membuka karpet merah untuk Healty Investmen atau inevastasi yang sehat. Dimana patuh terhadap semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. Serta membuka kesempatan kepada putra putri daerah untuk bekerja, yang akan berdampak terhadap turunnya jumlah pengangguran dan angka kemiskinan. Disinggung proyek Lumbung Ikan Nasional dan Ambon New Port.
Lewerissa menegaskan bahwa nomenklatur tersebut secara perlahan akan diubah.“LIN berarti berbicara terkait industrialisasi sektor perikanan dan hilirisasi sektor perikanan. Seperti diketahui potensi sumber daya perikanan dan kelautan di Laut Banda, Seram dan Arafura. Mensuplai 37% kebutuhan ikan nasional, dan kita bisa menjadi daerah yang tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah.
Tetapi juga diharapkan ada pabrik pengalengan ikan, abon ikan dan sebagainya terkait hasil perikanana dan kelautan. Beberapa waktu lalu, Lewerissa menjelaskan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Salah satu proyek strategis nasional. Yang ditandatangani yaitu Maluku Integrated Port atau Pelabuhan Terpadu Maluku, dan diharapkan agar proyek ini benar-benar teralisasi. (MB-01)
No Comments