Marasabessy : Minta Perhatian DPRD & Dikbud Melirik Sekolah Kecil, Sama-sama Didik Anak Bangsa
Ambon,MalukuBetsatu.Com,-Kepala sekolah SMA muhamadiyah ibu Marasabessy, kemarin Kamis (02/07/26) kepada media ini saat sementara menunggu siswa yang mendaftar menuturkan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ada media yang dapat menyuarakan isi hati kami sekolah-sekolah yang kecil pada proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

Untuk diketahui sampai saat ini dari pembukaan gelombang pertama sampai gelombang kedua baru mendapati 21 siswa. Diantara angka kelulusan dari SMP yang mendekati 6000 siswa di Kota Ambon, ini sesuatu yang sangat buat kami kecewa. Dikarenakan masih ada peluang yang dibuka di sekolah-sekolah besar.
Padahal kalau sesuai komitmen yang sudah disepakati bersama dengan ibu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku DR Sarlota Singerin. Ada dibuat pemerataan dengan kuota yang telah ditentukan mungkin kami bisa mendapat lebih tapi di dua hari tiga hari terakhir ini ada kebijakan baru yang dibuka kembali untuk sekolah yang disebut favorit. Hingga membuat peluang sangat kecil peroleh siswa baru

"Sekali lagi sangat berdampak untuk sekolah-sekolah swasta dan sekolah-sekolah negeri yang kecil untuk dapatkan siswa. Lanjutnya sesuai petunjuk dari Dikbud kuota yang ada untuk SMA Muhamadiyah tiga romber dengan jumlah siswa 108. Sampai saat ini untuk 2 rombel saja masih kesulitan. Tidak paham terhadap kebijakan yang sudah dibuat lalu dirubah lagi", tuturnya.
Besar harapan saya semoga jangan pemerintah dalam hal ini DPRD Propinsi Maluku dan Dikbud melihat sekolah yang besar saja. Tetapi juga lihat sekolah-sekolah yang kecil seperti kami. Agar jangan kebijakan yang sudah dibuat dilanggar karena itu berdampak sekali untuk sekolah-sekolah kecil. Berdampak pada guru dan berdampak untuk sertifikasi guru.
"Sekiranya ada perubahan dan DPRD yang memfasilitasinya jangan hanya mengundang sekolah-sekolah yang penumpukan siswa banyak. Tetapi kami sekolah kecil juga dipanggil untuk bersama berikan solusi hingga terjadi kecemburuan seperti yang kami alami kini. Mudah-mudahan para anggota dewan yang dipilih oleh rakyat miliki perhatian kepada sekolah kecil", ucapnya.

"Kami berharap kedepan sistem penerimaan murid baru yang sudah ditetapkan jangan dirubah oleh siapapun juga. Sebab perubahan-perubahan di akhir-akhi yang terjadi seperti ini melukai hati kami sekolah kecil. Dengan terjadinya perubahan sangat berdampak sekali. Mengakhiri keluhannya kepada wartawan kepsek minta perhatian dari DPRD dan Pemerintah sebab kami juga sama-sama mendidik anak bangsa", tandasnya.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar