Pemkot Luncurkan Program Bayar Listrik Gunakan Sampah
AMBON, MalukuBersatu.Com,-Pemerintah Kota Ambon (Pemkot) hari ini Jumast (24/07/36) meluncurkan Program Bayar Listrik dengan Sampah yang dirangkaikan dengan Pameran Daur Ulang Hasil Pelatihan. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat serta peresmian RT 003/RW 002 Negeri Hative Besar. Sebagai RT Percontohan Binaan PLN Peduli, di Lapangan Bola Voli Wailette, Kecamatan Teluk Ambon.

Program tersebut menjadi langkah kolaboratif Pemkot Ambon dan PT PLN untuk mendorong perubahan paradigma masyarakat. Dari budaya membuang sampah menjadi pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WIT itu dihadiri perwakilan General Manager PT PLN UIW Maluku dan Maluku Utara.
Ketua TP PKK Kota Ambon atau yang mewakili, pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon, Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Pattimura. Forkopimcam Teluk Ambon, Pemerintah Negeri Hative Besar beserta Saniri Negeri. Akademisi, praktisi lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kepala sekolah, serta insan pers. Wali Kota Ambon dalam sambutan dibacakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz.
Ia menegaskan persoalan sampah kini menjadi isu strategis pembangunan yang berkaitan dengan kualitas lingkungan hidup, perubahan iklim. Ekonomi sirkular, dan keberlanjutan generasi mendatang. Kota Ambon saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam pengelolaan sampah. Pertumbuhan penduduk, meningkatnya aktivitas ekonomi, perubahan pola konsumsi masyarakat.
Serta penggunaan produk sekali pakai menyebabkan volume sampah terus meningkat dari waktu ke waktu. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sampah. Keterbatasan kapasitas pengelolaan membuat perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
“Sistem pengangkutan dan pengelolaan yang baik sekalipun tidak akan mampu menyelesaikan persoalan apabila masyarakat masih memandang sampah sebagai barang buangan. Bukan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.Karena itu, Pemkot Ambon mengajak masyarakat meninggalkan pola lama.“kumpul, angkut, buang” menuju paradigma baru “kurangi, pilah, olah, dan manfaatkan” sebagai konsep pengelolaan sampah modern berbasis masyarakat.
“Keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dari rumah. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga menjaga lingkungan harus menjadi budaya bersama,” tegas Gaspersz. Ia menambahkan, perubahan tersebut harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Karena rumah tangga merupakan sumber utama lahirnya budaya peduli lingkungan. Dengan memilah sampah sejak dari rumah, beban pengelolaan sampah di tingkat kota dapat dikurangi secara signifikan. Gaspersz menjelaskan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menempatkan warga sebagai pelaku utama pembangunan. Melalui pemberdayaan masyarakat, sampah rumah tangga dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif.
Yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular. Dalam kesempatan itu, Pemkot Ambon juga mengapresiasi inovasi Program Bayar Listrik dengan Sampah hasil kolaborasi bersama PT PLN. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan alternatif pembayaran listrik. Tetapi juga membangun budaya baru dalam memilah sampah, menabung, serta menghargai nilai ekonomi sampah.
“Program ini bukan sekadar memberikan alternatif pembayaran listrik, tetapi membangun budaya baru, yakni budaya memilah sampah. Mmenabung, dan menghargai nilai ekonomi dari sampah. Ketika masyarakat menyadari bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka motivasi untuk mengelola sampah akan tumbuh secara alami,” katanya.
Pemkot Ambon berharap program tersebut berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan dan dapat diperluas ke berbagai desa, negeri, maupun kelurahan di Kota Ambon. “Pemerintah Kota Ambon siap bersinergi dengan PLN, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperluas praktik-praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat demi mewujudkan Ambon yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Gaspersz.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kota Ambon menyampaikan apresiasi kepada PT PLN UIW Maluku dan Maluku Utara melalui Program PLN Peduli, Pemerintah Negeri Hative Besar, para mitra, serta kelompok masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. (MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar