PUPR Kota Ambon Gelar KPRRTR Tahun 2025-30
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Ambon hari ini Jumat (13/02/26). Mengelar Konsultasi publik Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Ambon Tahun 2025-2045, yang berlangsung di Lantai VII Kamari Hotel, Jumat. Kegiatan ini di buka oleh Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam sambutannya mengatakan. Proses penyusunan RT RW bahkan revisinya mesti dimaknai sebagai momentum penting dan strategis.

Sebagai kesempatan untuk kembali melihat kepentingan kota ini, saya selalu sampaikan melihat kepentingan kota bukanlah melihat kepentingan pemerintah kota bukan kepentingan unsur tertentu. Tetapi kepentingan kita semua yang ada dan menetap di kota ini supaya kita bisa menentukan aturan-aturan yang mengikat arah pembangunan kota ini ke depan. Dan memenuhi apa yang menjadi tujuan kita bersama bukan saja dinikmati oleh kita hari ini.
Tetapi juga menyiapkan kota ini secara baik untuk generasi kita di masa mendatang karena itu ada beberapa hal yang dapat disampaikan. Sebagai masukan saja baik kepada para narasumber kepada tim maupun OPD. Untuk memastikan bahwa proses dan tahapan revisi RT RW Kota Ambon 2025-2045 ini memberikan jaminan Proton bagi semua. Bahwa dokumen ini akan menjadi arah yang tepat bagi kita yang pertama RT RW sebagai dokumen strategis dan fundamental.
Dan menjadi pedoman untuk pengendalian pembangunan perlindungan lingkungan hidup serta menjamin kepastian hukum bagi masyarakat dan dunia usaha. Lanjutnya, kita berada dalam situasi yang sangat memprihatinkan dalam segala aspek pembangunan berjalan tanpa arah. Artinya ruang-ruang ini tidak dicatat dengan baik akhirnya keturunan pertokoan di situ masuk rumah penduduk di situ kecuali ada pokoknya pokoknya campur kiri kanan.

Dirinya mengajak marilah kita membentuk kota yang betul-betul memenuhi berbagai aspek soal keberlanjutan diandalkan tata ruang. Yang menjadi penting bagi kita karena itu ada beberapa hal yang menjadi hambatan bagi kita dalam penyelenggaraan pemerintahan pembangunan maupun upaya pelayanan publik. Ini jadi catatan misalnya hari ini ada yang mau berusaha untuk bidang tertentu tidak bisa karena LRTW dan RTPR, untuk pusat kota tidak ada kesempatan bagi bidang usaha lainnya.
Ini pentingnya konsultasi publik karena banyak kepentingan dan saya hadir di pemerintah kota yang mesti diperjuangkan kepentingan mereka. Jangan sampai baru ketemu lagi ini belum masuk ini gunanya konsultasi publik karena ada raja kades dan lainnya. Kita tahu bersama konsultasi publik ini memiliki arti sangat penting karena tahapan lanjutan yang menyempurnakan substansi RT RW.
Selain menjamin kepastian kita untuk menjaga alam kita tetap ada dalam pembangunan membuka ruang yang luas luasnya bagi investasi bagi pelaku usaha. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek teknis dari masing-masing bidang teknis ini penting misalnya hari dengan masing-masing membuat opini tentang kotamu dalam ketidakpastian padahal RT RW RDYR menjamin kepastian. Untuk itu mari kita diskusikan bet kan masukan supaya betul-betul berkompetensi.
Sekarang sudah mencapai kesempurnaan dalam penyesuaian kalaupun ada yang kurang hanya sedikit kita punya kesempatan untuk melakukan revisi mungkin setiap 5 tahun. Tapi jangan tunggu 5 tahun terlalu lama, kita perlu melihat kondisi topografi kawasan rawon bencana hingga kebutuhan pengembangan ekonomi dan pembangunannya. Oleh karena itu penyusunan SRT harus dilakukan secara kompresif.
Selaras dengan kebijakan nasional dan provinsi, mari kita atur untuk membatasi penggunaan ruang hutan namun ini tidak bisa kita persiapkan lagi untuk menambah jumlah penduduk. Dan masyarakat tidak boleh tempat tempat-tempat bencana karena itu akan menjadi ancaman bagi generasi ke depan. Dukunglah dan lindungilah seluruh bangunan ruang terbuka hijau hutan di kota ini. Dan pemerintah bertugas untuk mengamankan melakukan penertiban terhadap hal-hal yang berlawanan.

Kita sama-sama mewujudkan Kota Ambon yang maju, nyaman dan berkelanjutan ini terkait visi membangun kota Ambon 2025-2030 adalah Ambon manise inklusif toleran dan berkelanjutan. Kita berharap tanggung jawab melihat dan membangun kota ini menyiapkan potensi dengan baik demi anak cucu kita sendiri bukan orang lain. Marilah semua berkomitmen kalau pada waktunya sudah jadi saya masih ada.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar