Singerin : LKSN SLB Rubah Paradigma Penyandang DIsabilitas Bukan Proyek Belas Kasihan Berpotensi Berkontribusi
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, lewat Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus yang dipimpin Helga Sahetapy. Pada Rabu (15/04/26) mengelar Lomba Ketrampilan Siswa Nasional (LKSN) Disabilitas yang dibuka Kepala Dinas DR Sarlota Singerin dengan mengajak senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa mau berlangsung di Aula Dikbud.

"Kegiatan lomba Keterampilan Siswa (LKSN) SLB tingkat provinsi Maluku tahun 2006 dapat terlaksana, berdasarkan kinerja program-program pendidikan yang lebih terukur tepat sasaran efektif efisien dan berkelanjutan. Lanjutnya ajang talenta bagi SLB merupakan sarana strategis untuk mengaktualisasikan kemampuan mengembangkan potensi serta menunjukkan prestasi terbaik mereka", tuturnya.
Melalui ajang talenta proses pembinaan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk menumbuhkan karakter dan kreativitas siswa berkebutuhan. Diingatkan ilai-nilai dimensi profil lulusan karya ini bukan hanya tentang kompetisi tetapi menjadi ruang belajar perkuat kepercayaan dan kemampuan diri mereka. Hingga siswa dapat berkolaborasi menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks sekarang ini.

Sebagai unit kerja di bawah pemerintahan provinsi Maluku, Dikbud memiliki mandat untuk mengidentifikasi pengembangan serta memfasilitasi murid berprestasi. Dan melalui berbagai ajang talenta tingkat provinsi salah satunya program penting adalah lomba kompetensi siswa nasional pendidikan khusus. Yaitu ajang talenta bidang vokasi yang dipergunakan bagi murid penyandang disabilitas di satuan pendidikan SMLPB SMALB.
"Dikatakan, penyelenggaraan LKSN pendidikan khusus menjadi semakin relevan sebagai upaya memperluas akses memberikan kesempatan yang adil. Serta menjamin partisipasi setara bagi semua murid pendidikan khusus dan tidak hanya menguji keterampilan teknis tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pemecahan masalah dan kreativitas. Untuk itu dibutuhkan berperan guru agar arahkan mereka dalam memecahkan potensi talenta unggul', pintanya

Yang berada di bidang vokasi mesti miliki kemampuan untuk memperkuat kesiapan murid menyandang disabilitas dapat berdaya saing di era transformasi industri. Bahwa pendidikan vokasi bersifat inklusif dan memberi ruang bagi setiap murid untuk berkembang tanpa dibatasi kondisi fisik sensorik intelektual maupun sosial. Pendidikan khusus dorong pengakuan dan penghargaan terhadap keberagaman kemampuan individu
Sekaligus bantu mengubah paradigma masyarakat bahwa penyandang disabilitas bukan proyek belas kasihan melainkan untuk potensi yang mampu berkontribusi bagi dunia kerja. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku memiliki tanggungjawab mengidentifikasi perkembangan serta memfasilitasi murid berprestasi melalui berbagai macam tingkat nasional.

"Dan pendidikan khusus tidak hanya menguji kemampuan teknik tapi juga menumbuhkan kemampuan kritis pencegahan melalui kompetensi ini beserta dapat menunjukkan kemampuan dan versi terbaik. Diharapkan mereka dapat pengalaman berharga dalam menyiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik. Jadi melalui LKSN pendidikan khusus dapat diwujudkan pendidikan yang inklusi
Dimana setiap individu tanpa terkecuali berhak memperoleh kesempatan untuk berkembang secara optimal dan mengaktualisasikan diri. Selaku pemerintah saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang peduli terhadap pengembangan pendidikan inklusi bagi penyandang disabilitas. Ucapan terima kasih kepada unsur yang telah berkontribusi dalam menyiapkan terlaksananya LKSN pendidikan khusus tahun 2006.

Semoga kegiatan pendidikan khusus memberikan kontribusi positif dalam pembuatan kesadaran dan pentingnya pemberdayaan peserta didik penyandang disabilitas. Untuk berpartisipasi di tingkat provinsi dan tingkat nasional, demikian beberapa pesan yang boleh saya sampaikan. Kepada panitia peserta guru pendamping dan dewan juri, kiranya terjalin agar hubungan baik.
Sehingga ajang domba keterampilan siswa nasional pendidikan khusus dapat berlangsung secara baik lancar tertib aman dan sukses. Akhirnya puji syukur senantiasa Kepada Tuhan Lomba LKSN Tingkat Provinsi Maluku saya buka dengan resmi.

Sementara itu Panitia penyelenggara dalam laporan sampaikan, tujuan LKSN pendidikan khusus tahun 2006 adalah. Untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan murid. Memperkuat pemberdayaan dan keterampilan, mewujudkan kesejahteraan serta peluang dan akses meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap inklusi. Lebih lagi mempersiapkan SDM disabilitas yang kompeten dan berproduksi.
Selain itu memperkenalkan teknologi dan inovasi aktif, hasil yang diharapkan terbangunnya ekosistem pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan, pelatihan kejuruan untuk penyandang disabilitas. Diutamakan jejaring dukungan dari dunia kerja. Dan tema yang diusung pada LKSN Pendidikan Khusus "vokasi unggul generasi emas berkompeten dan berkarakter". Peserta berasal dari Kabupaten/kota.

Berjumlah 48 orang terdiri dari peserta 32 orang dan pendamping 16 orang, sedangkan dewan juri berasal dari guru SMK yang berkompeten sebanyak 5 untuk 5 mata yaitu souvenir, merangkai bunga, tata kecantikan, tata busana dan tata boga. Penanggung jawab kegiatan Kepala Bidang pembinaan pendidikan khusus Helga Sahetapy beserta staf. LKSN dilaksanakan secara tatap muka di mana setiap tahapan mempunyai kepentingan tersendiri.
sesuai standar yang telah ditetapkan, bagi juara lomba disabilitas dari tingkat provinsi akan ke tingkat nasional, dimana kegiatan berlangsung selama dua hari dari Rabu sampai hari Jumat biaya domba didapatkan dari DPA SKPD dinas pendidikan.

(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar