
UK : Berhati Mulia Seng sampe Hati Lia Basudara Susah Dari Jakarta ke Ambon Bawa Damai Di Hunuth
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Umar Key (UK) salah satu tokoh Maluku yang seng bisa lia orang Maluku susah baik dirantau maupun di Maluku. Yang saat ini merupakan ketua umum Frond Pemuda Muslim! Maluku. Saat mendengar berita ada kacau di Maluku akibat bentrok pelajaran SMK, akibat fatal. Dirinya terhentak dan langsung bangun komunikasi untuk dapatkan informasi yang sejelas-jelasnya.
Seorang putra Maluku yang berhati Malaikat itu, sangat punya perhatian besar pada tanah tumpah darah Maluku. Membuat bung Umar Key, ketua umum Frond Pemuda Muslim Maluku yang berdomisili di ibu kota, tidak diam orangnya langsung bergerak. Ia tidak menunggu komunikasi kesana dan kesini, langsung mengambil langkah 1000, turun ke Ambon. Umar Key hadir balut sedih dan luka yang mendalam, dirinya berjalan di antara puing.
Dan menyaksikan puing-puing reruntuhan bangunan basudara Hunuth.Ia menggenggam tangan para ibu yang kehilangan tempat berteduh, menyeka air mata anak-anak yang ketakutan, dan menenangkan hati kaum bapak yang cemas akan masa depan. Di setiap tatapannya, tersimpan pesan bahwa Maluku tak boleh hilang dari pelukan damai. Maluku harus terus merajuk kasih, katong sama-sama bergandengan tangan bangun Damai untuk Hunuth.
“Beta datang karena hati bergejolak, beta hadir bawa hati untuk sama-sama topang dan pulihkan sesuatu yang hancur,”. itulah makna hadirnya bung Umar Key, yang sangat miliki solidaritas tinggi bagi siapapun apalagi orang basudara Maluku. bukan soal jumlah bantuan, melainkan rasa kasih sayang untuk hadir di saat orang basudara terjatuh.Langkahnya mengingatkan kita bahwa sejauh apa pun Maluku ditinggalkan, tanah ini tetap memanggil anak-anaknya untuk kembali.
Terutama ketika kehidupan orang basudara terluka, dengan ketulusan tanpa pamrih, memberi teladan bahwa keberagamaan dan persaudaraan adalah harta terbesar yang paling indah dan harus dijaga. bung Umar Key perlihatkan rasa kemanusiaan yang dibalut dengan cinta kasih itu mesti kestari dibumi raja-raja. Karena katong samua satu dara yang potong dikuku rasa didaging, ale rasa beta rasa, dagu dalemoemg dipatah dus.
Sejalj lagi dari Jakarta ia berangkat, ke Ambon, datang bukan untuk menonjolkan nama besarnya, bukan untuk suatu kekuasaan. Tetapi membawa damai di tanah kelahirannya yang ia cintai tanpa syarat. Diakhir pertemuan itu Umar Key yang berhati Mulia menyerahkan bantuan bagi warga Hunuth. (MB-01)
Belum Ada Komentar