Wali Kota: Harap Pendidikan Di Ambon Harus Lebih Inklusif, Modern & berkarakter
Wali Kota: Harap Pendidikan Di Amon Harus Lebih Inklusif, Modern & berkarakter
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Hari Pendidikan Nasional yang jatuhnya pada (02/05) setiap tahapan harus dirayakan sebab sebagai sesuatu moment yang paling penting. Hingga ditahun 2026 ini Pemerintah Kota Ambon peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan lakukan upacara di Balai Kota Ambon. Berlangsung khidmat pada Senin, 4 Mei 2026.

Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, bertindak sebagai inspektur upacara. Sekaligus membacakan Naskah Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Pidato menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan dan membangun karakter generasi muda Indonesia. Kemendikdasmen mengajak seluruh insan pendidikan guru, tenaga kependidikan, pelajar, dan orang tua.
Untuk menjadikan Hardiknas sebagai momentum refleksi memperkuat spirit pendidikan nasional. Dimana “Pendidikan adalah proses memuliakan manusia,” demikian pesan yang disampaikan. Mengutip filosofi Ki Hajar Dewantara, pendidikan ditegaskan sebagai proses asah, asih, dan asuh ilmu, kasih sayang. Dan pendampingan yang membentuk manusia berkarakter serta mulia.

Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa pendidikan adalah amanat konstitusi dan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk melahirkan SDM Indonesia yang unggul dan tangguh. Hingga fokus pemerintah pada program Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan dari dalam kelas. Untuk itu a CC,da lima kebijakan utama yang tengah digerakkan:
Pertama, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran dimana Pemerintah melakukan pembangunan dan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan selama tahun 2025. Lebih dari 288.000 sekolah telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) untuk menunjang pembelajaran modern. Kedua, Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru Guru untuk menjadi garda terdepan pendidikan.
Pemerintah memberikan beasiswa RPL Rp 3 juta per semester bagi guru yang belum memiliki gelar S1. Tahun 2025, beasiswa diberikan kepada 12.500 guru, dan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026. Selain itu guru memperoleh pelatihan Deep Learning, Bimbingan Konseling, Koding & AI, Kepemimpinan Sekolah, hingga bahasa Inggris. Tunjangan sertifikasi juga dinaikkan dan ditransfer langsung setiap bulan, termasuk insentif rutin untuk guru honorer.

Ketiga, Penguatan Karakter melalui Lingkungan Sekolah ASRI, sesuai arahan Presiden, sekolah harus menerapkan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, Upacara Bendera, Pramuka, hingga pembelajaran berbasis pengalaman diterapkan untuk menanamkan karakter positif. Kementerian meluncurkan album lagu anak lagu, lagupersatuan untuk menumbuhkan nilai toleransi dan saling menghormati.
Keempat, Penguatan Literasi, Numerasi, STEM, dan Tes Akademik (TKA) dibuat Gerakan literasi dan numerasi diperkuat di seluruh sekolah. Disertai mendorong pembelajaran STEM, Tes Kemampuan Akademik (TKA) diterapkan sebagai alat ukur mutu pendidikan dan syarat seleksi pendidikan lanjutan. Lomba seni dan olahraga digelar untuk mengembangkan bakat serta jiwa sportif pelajar.
Kelima, Pemerataan Akses Pendidikan yang Mudah dan Terjangkau hingga Pemerintah memberi akses luas. Bagi anak-anak yang terkendala ekonomi, jarak, budaya, atau kondisi fisik melalui sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, komunitas belajar. Dan layanan pendidikan untuk ABK, sekolah inklusi, dan SLB, semua ini untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dari pendidikan.

Ada lagi Fondasi 18 Bulan untuk Pendidikan Bermutu bagi Semua dimana dalam kurun 18 bulan terakhir ini. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah membangun regulasi dan ekosistem pendidikan yang menyatukan pada empat pusat pendidikan yaitu. Sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dan dukungan lembaga dalam dan luar negeri juga diapresiasi.
Karena merupakan bagian penting dari keberhasilan kolaborasi pendidikan nasional selain itu Perlu Tiga M untuk Transformasi Pendidikan. Mengakhiri Pidato Kemendikdasmen dengan pesan penting bahwa semua kebijakan hanya akan berhasil. Jika insan pendidikan memiliki Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa ketiga hal tersebut, semua program akan berhenti pada formalitas dan angka-angka.

Walikota Ambon Tegaskan Semangat Hardiknas mengajak seluruh warga kota untuk meneguhkan komitmen memajukan pendidikan Ambon. “Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026, mari kita kuatkan kerja bersama untuk pendidikan bermutu bagi semua, menuju Indonesia cerdas, maju, dan bermartabat menuju Indonesia Emas tahun 2045,”. Upacara Hardiknas di Balai Kota Ambon pun ditutup dengan harapan baru: pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, modern, dan berkarakter.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar