
Bpk Wilayah XX Berkolaborasi Dengan TRVI-RRI Buta Vidio Dokumenter "Jejak Sandra" Di Benteng Amaterdam'
Ambon, MalukuBersatu. Com,-Balai Pelestarisn Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Berkolaborasi dengan TVRI & RRI gelar Talkshow & Pembuatan Video Dokumenter di Benteng Amsterdam. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (08/03/25), talkshow itu bertajuk "Jejak Sandra". Kepada media ini Kepala BPK menuturkan, pengambilan video dokumenter di Benteng Amsterdam.
Merupakan salah satu Cagar Budaya Nasional di Maluku, kegiatan itu mengusung tema tentang ‘’Peran Musik dan Media Sebagai Karakter Budaya Nasional’’. Di kesempatan itu hadir dua tokoh artis tanah air, Farahdiba Pereira dan Ridho Hafidz, gitaris legendaris dari grup musik Slank. Mereka berbagi pandangan mengenai kontribusi musik dan media dalam pembentukan karakter budaya bangsa.
Kepala BPK Wilayah XX, Bapak Dody Wiranto, S.S., M.Hum, turut hadir sebagai bentuk dukungan penuh terhadap acara tersebut. Beliau juga diundang untuk menjadi narator sejarah dalam pembuatan video dokumenter tersebut. Tujuan kegiatan tersebut berikan wawasan yang lebih dalam tentang sejarah dan budaya yang ada dibumi Maluku. Dody Wiranto berharap bahwa kegiatan ini dapat semakin mengenalkan peradaban budaya di Maluku.
Serta memperkenalkan Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang kaya akan sejarah dan budayanya. Selain warisan budaya, Maluku juga memiliki Cagar Budaya Nasional, salah satunya Benteng Amsterdam. Sehingga harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya yang berharga. Lanjutnya, semoga dari acara ini masyarakat semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan budaya Maluku.
Lebih dari itu, memperkuat jati diri bangsa Indonesia yang kaya akan warisan budaya. Kolaborasi ini sekaligus mendorong pemanfaatan cagar budaya benteng Amsterdam sebagai suatu ruang publik. Yang dapat mementaskan berbagai unsur budaya takbenda lainya yg ada di Maluku.
"Sehingga kedepannya dapat memotivasi komunitas budaya & berbagai stakeholder untuk samua mengembangkan kebudayaan Maluku.Baik pada aspek cagar budaya maupun warisan budaya takbenda lainya", harapnya.
Belum Ada Komentar