Latumaerisa : SMA N 10 Satukan MPLS-Gemas Wujudkan Sekolah 5S, Berkatakter
Ambon,MalukuBersatu Com,-SMA Negeri 10 Ambon yang dipimpin Kepsek Yeti Latumaerisa kepada media ini Senin (21/07/26) menyatakan. Sekolah yang dipimpinnya itu memulai tahun ajaran baru pada (14/07/26) dengan mengawali pemantapan Masa Pengenalan Lingkungan sekolah (MPLS) yang dipadukan dengan Gerakan ayah mengantar anak ke sekolah (Gemas).

Lanjutnya sebelum MPLS dimulai terlebih dahulu gerakan ayah mengantar anak ke sekolah (Gemas). Ini merupakan kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang sangat luar biasa. U tuk SMA N 10, orang tua sebanyak 90 persen merespon untuk hadir bersama anak di sekolah. Tetapi ada juga sebagian kecil yang masih belum paham.

Sebab ini merupakan kebijakan yang baru diberlakukan pada tahun ini oleh pemerintah. "Kami perlu berikan pemahaman agar orang tua dapat memahami tetapi pada dasarnya semua orang tua menerima "Gemas". Dan proses pengantaran anak itu berjalan sangat baik, dikesempatan itu pihak sekolah mengadakan wawancara dengan sebagian besar para orang tua.

Mereka sangat menyambut kebijakan pemerintah sebab diakui fungsi orang tua terutama ayah bisa mengetahui perkembangan anak", jelasnya. Selanjutnya Latumarissa menyatakan soal MPLS, dilembaga ini berlangsung selama lima hari pemberian materi itu bervariasi. Dan Rara sumber itu berasal dari sekolah, dewan pendidikan, materi berkaitan dengan kepramukaan.

Dari fakultas hukum, LP3M itu berkaitan dengan etika digital, dan kegiatan dari hati pertama sampai terakhir berjalan sangat baik dan bagus. Peserta didik yang berjumlah 188 itu sangat merespon karena metode yang dilakukan tidak hanya wawancara semara. Tetapi juga diikuti dengan berbagai permainan. Untuk membuka wawasan mereka dan tumbuhkan karakter anak.

Selain itu para siswa telah mengikuti tes on line , kita tinggal menunggu hasilnya. Jadi pada prinsipnya MPLS di SMA N 10 berjalan sangat baik dan dari situ akhir dapat menghasilkan peserta didik yang kreatif, cerdas, miliki bakat seni dan olahraga. Pada pelaksanaan MPLS, kami sangat berbahagia, walaupun tidak menjadwalkan ibu Kadis hadir sekolah sebab mengingat beliau miliki pekerjaan begitu banyak.
"Tetapi kami bersyukur beliau menyempatkan diri hadir dilembaga ini, mesti jujur kami sampaikan mulai dari saya sebagai kepsek, para dewan guru dan peserta didik punya kebanggaan gaan tersendiri. Karena saat hadir orang nomor satu ditubuh Dikbud itu memberikan motivasi-motivasi yang luar biasa. Dikatakan orang Tanimbar saja bisa jadi pimpinan Dikbud itu berarti kedepan dari Negeri Latuhalat akan hasilkan siswa yang berkwalitas jadi pimpinan dikemudian hari", imbuhnya.

Selanjutnya disebutkan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir pada Sabtu (18/07/26) ditutup. Pada saat itu juga ada murid yang ikut MPLS dipilih 10 besar karena selama mengikuti sangat aktif dan kreatif. Ada lagi di OSIS siswanya live bagus maja diberikan penghargaan.
Saat disinggung sual budaya sekolah aman-nyaman bagi SMA N 10 seperti apa saja, kalau itu sangat jadi perhatian kami dimana menyangkut nya kami jadikan sekolah rumah kedua bagi para siswa. Untuk itu berarti tidak boleh ada buli, kekerasan harus saling menghargai, hormati satu dengan yang lain. Contoh dirumah kakak keluarkan kata kasar kepada adik sebaliknya adik demikian itu tidak ada berarti di sekolah juga harus demikian.

Jadi memang kita akan berusaha ciptakan budaya sekolah aman-nyaman dimulai dari kepala sekolah, dewan guru, tata usaha penjaga sekolah dan peserta didik. Dan itu kami juga masuk dalam budaya 5S yaitu, senyum, sapa, salam, sopan dan santun. Sembari sampaikan kini jumlah siswa ada sebanyak 188 itu sudah merupakan sesuatu yang ideal.
Karena itu sudah sangat baik dan tepat dalam proses belajar mengajar bagi para siswa. Selanjutnya saat dimintakan harapannya bagi peserta didik. Sekolah berharap bagi siswa kelas 10 ya g memang masih belum disiplin dan tertib dan memang kami mesti berproses u tuk mengarahkan mereka dengan diawali membentuk karakter siswa. Supaya saat selesai belajar tiga tahun di sekolah keluar menjadi abak-anak yang telah siap bersaing.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar