Letlora : UPTD Taman Budaya Gelar Seni Islam Karena Terkandung Nilai, Sejarah & Jati Diri Bangsa
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Panitia pelaksana kegiatan Gelar Seni Budaya Islami Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku melalui UPTD Taman Budaya dalam laporannya menyatakan. Diselenggarakannya kegiatan bernuansa religius ini dikarenakan UPTD Taman budaya yang dipimpin Plh Fence Mandagu sebagai bagian yang penting. Sebab didalamnya terkandung nilai, sejarah dan jati diri bangsa.

Lanjut P Letlora, Islam sebagai rahmatan lil 'alamin telah memberikan ruang luas bagi berkembangnya seni dan budaya yang luhur. Maka, melalui event ini, kita tidak hanya menampilkan karya seni Islami, tetapi juga menghidupkan kembali semangat dakwah. Melalui budaya yang mendidik, membangun karakter, dan memperkuat nilai-nilai kebaikan dalam masyarakat. Kegiatan ini bentuk nyata.
Upaya Pemajuan Kebudayaan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan. Kegiatan ini turut mendukung pelestarian ekspresi budaya lokal bercorak Islami, sekaligus mendorong regenerasi seniman dan pelaku budaya muda. Untuk mencintai nilai-nilai luhur bangsa dan agamanya dalam hal ini Islam. Di sisi lain, seni menjadi sarana edukasi yang sangat efektif.
Melalui seni, anak-abak Maluku tidak hanya belajar estetika, tetapi menginternalisasi nilai moral, etika, dan spiritual sebagai fondasi penting dalam dunia pendidikan. Kami percaya bahwa kegiatan ini akan memberikan kontribusi positif dalam memperkuat ekosistem pendidikan. Berbasis budaya dan karakter karena suatu momen istimewa dalam rangka merawat warisan budaya dan memperkaya pendidikan.

Selain itu perkuat identitas ke-maluku-an kita melalui ekspresi dan apresiasi seni budaya. Dan warisan budaya sebagai citra bangsa haruslah tetap kita pertahankan demi mewujudkan masyarakat yang berdaulat. Baik secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian akan kebudayaan. Karena itu, Seni Budaya Islami digelarkan oleh UPTD Taman Budaya merupakan salah satu ekspresi budaya dalam Pemajuan Kebudayaan.
Sebab tertuang dalam Peraturan Presiden tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (MTN). Untuk itu seni keagamaan Islam adalah wujud pengakuan para seniman kepada Sang Pencipta, diri sendiri maupun sesama dan alam sekitar. Karena melalui nada, irama, gerak dan kata yang diharmonisasikan akan menjadi sebuah karya seni yang indah. Hingga dapat berpengaruh pada tumbuhnya iman dan kepercayaan kita kepada Sang Khalik.
"Dan pada sisi lainnya merupakan wujud dari kreatifitas para seniman daerah Maluku yang berkualitas, inklusif dan bermakna bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat. Perlu dilaporkan bahwa tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan Gelar Seni Budaya Islami ini adalah. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita sebagai umat yang percaya kepada Allah SWT. Berikan ruang apresiasi dan kreativitas bagi pelaku seni yakni seniman maupun kelompok/komunitas seni di Maluku", sebut Lerlora.

Serta dapat kolaborasi antar kelompok dan komunitas seni, tingkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian khusus yang berkarakter seni budaya islami. Lebih lagi perkuat posisi Taman Budaya sebagai Rumah Seni bagi masyarakat Maluku. Dan tingkatkan peran institusi Pembina seni dalam pemajuan kebudayaan di Maluku. Untuk ketahuan kita sejak tahun 2020, Taman Budaya Provinsi Maluku telah programkan kegiatan bernuansa keagamaan.
Untuk Gelar Seni Budaya Islami tahun 2026 ini kami laksanakan menyongsong Hari Raya Idul Adha yang jatuhnya pafa (27/05/2026). Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Penyelenggaraan Taman Budaya Tahun 2026. Berlangsung di Gedung Teater Tertutup PAULUS PEEA. Dengan menampilkan peserta antara lain, Grup GAHWA Band, Grup Qasidah HIJJAZ, Grup Hadrat MAHSCYAR.
Bengkel Seni EMBUN, Grup MASSASUMA MALONA MAHINYA, Sanggar Seni SYFA, selain itu penampilan Penyanyi Kota Ambon masing-masing, Nurul Toisuta, Harun Suneth, Afriyan Hehanussa, Kayla Zawawi, Iksan Djudin, Fitria Kalbaren, dan Rahman Kalderak. Mengakhiri laporan panitia dikatakan, terlaksananya kegiatan ini kami sangat mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DR Sarlota Singerin.

"Selain itu dukungan dari berbagai pihak, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui DAK. Serta para Seniman baik individu maupun yang tergabung dalam komunitas seni telah mewujudkan komitmen bersama. Memajukan seni dan budaya di Maluku melalui keterlibatan dalam kegiatan ini. Akhir, mari kita jadikan kegiatan seni budaya sebagai momentum mendorong kreativitas yang edukatif, membangun peradaban bangsa melalui kebudayaan", tuturnya.
Indonesia
English
Belum Ada Komentar