
Mandati : Dikbud Gelar Pelatihan Bagi Tenaga Laboran SMA Se-Maluku
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merupakan perpanjangan Pemerintah Propinsi Maluku untuk memberantas kebodohan. Sehingga untuk itulah Dinas yang dikomandai DR Ir Insun Sangadji M. Si, didampingi Sekretaris bersama staf terus berupaya agar anak Maluku yang ada pada 11 Kabupaten/kota harus bangkit dari berbagai keterpurukan dibidang pendidikan. Hingga hari ini Jumaat (10/11/23) Dikbud pada bidang SMA gelar "Pelatihan Laboratorium SMA" tahun 2033 yang berlangsung di Hotel Golden Place.
Kegiatan besar dan penting itu dibuka Sekretaris Dikbud, Husen Mandati mewakili Kadis yang kini sedang berada diluar daerah. Mandati sebelum membuka kegiatan terlebih dahulu menyapa para Nara sumber, fasilitator, kepala bidang SMA, panitia dan para peserta dari 11 kabupaten/kota dan undangan. "Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, acara ini dapat terlaksana untuk mempertemukan kita semua dalam rangka melaksanakan pelatihan laboratorium", tuturnya.
Lanjutnya kegiatan ini dibuat menghadirkan peserta dari guru atau tenaga pendidikan yang ada dilingkup pendidikan provinsi Maluku, terutama para guru yang tugas pembelajarannya berkaitan dengan laboratorium. Kita ketahui bersama laboratorium yang ada pada Satuan pendidikan rata-rata semuanya bermasalah selain itu para guru juga tidak serius untuk mempergunakannya. Saya telah berkunjung ke berbagai sekolah di 11 Kabupaten/kota dan kedapatan laboratorium yang ada di sekolah itu rata-rata tidak terpakai dengan baik.
Untuk itulah kami melakukan analisis, kenapa sekolah-sekolah tidak gunakan laboratorium apa kendalanya. Salah satu kendalanya tidak tersedianya tenaga pada laboratorium, untuk itu dibuat pelatihan ini agar didapatkan tenaga kependidikan yang diambil dari dalam maupun luar guru. Ditugaskan untuk memberikan pelayanan baik pelayanan teknis maupun administrasi terhadap proses belajar mengajar pada praktek di laboratorium.
Mandati, singgung menyangkut tenaga pada laboratorium, Dikbud juga alami keterbatasan tenaga. Sebab lulusan dari perguruan tinggi tidak meyediakan tenaga kependidikan akibatnya guru biologi sekaligus jadi tenaga laboratoriumn. Mungkin ada yang berlatar belakang jurusan IPA dilatih oleh guru-guru lalu kemudian mereka menjadi tenaga laboratorium untuk melayani pelaksanaan proses belajar mengajar saat praktek berlangsung. Olehnya kebijakan diambil lakukan pelatihan bagi tenaga laboratorium namun belum dapat menjangkau semua guru di Propinsi Maluku.
Sembari berikan penjelasan di Maluku untuk SMA ada 300 sekolah atau lebih yang mungkin 50% memiliki laboratorium. Dari yang ada itu sekitar 150 atau 200-an sekolah yang memiliki laboratorium. Hingga dibuatnya pelatihan yang sangat penting diharapkan peserta dapat mengikuti dengan sebaik mungkin. Agar setelah kembalinya ke sekolah masing-masing dapat disebarluaskan kepada para guru lainnya. Sebutnya, bagi peserta yang memiliki kesempatan emas ikut pelatihan sebagai tenaga laboratorium haruslah serius, hususnya bagi yang berproduksi sebagai guru.
Harapan kami ketika berproses bukan hanya pada persoalan yang berhubungan investasi penilaian strategi model dan metode pembelajaran, tetapi bagaimana caranya mengelola laboratorium secara efektif dan berdaya guna. Sebab laboratorium harus dipakai dengan sebaik- baiknya, dapat mendalami berbagai pengetahuan dan keterampilan. Setelah itu kedepan harus ada laporan yang masuk dari satuan pendidikan mengenai laboratorium karena sudah lama tidak digunakan.
Mengenai gedung dan isinya yang sudah berdebu apalagi alat-alat yang telah dikuncurkan oleh pemerintah dengan harga jutaan bahkan puluhan juta. Mungkin kini tidak bisa digunakan dengan baik semuanya dapat dilaporkan agar diambil jalan keluar demi persiapan peserta didik masuk perguruan tinggi. Seandainya mereka sudah masuk di fakultas yang berhubungan dengan praktik misalnya di pertanian pada bagian biologi, kimia dan sebagainya menghadapi berbagai peralatan mereka tidak lagi dibuat bingung, sebab telah didapatkan selama ada disekolah lanjutan atas.
Sementara itu Kepala bidang SMA Sirhan Pellu saat selesai acara pembukaan diminta komentarnya mengatakan. Kegiatan ini dibuat bertepatan dengan hari pahlawan yang mengusung tema, "Semangat pahlawan untuk masa depan bangsa dalam memerangi kemiskinan dan kobodohan". Hingga kegiatan ini salah satu dari cara yang kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku tempuh untuk terutama memerangi kebodohan.
Lanjutnya, sangat bersyukur sampai kini kemajuan peserta didik sangat baik dan merata di seluruh Kabupaten/Kota itu terlihat dari kemampuan siswa mengikuti agenda-agenda ditingkat nasional. Dimana walaupun bersaing ketat dengan puluhan propinsi di nusantara tetapi anak Maluku tetap menunjukan kemampuan berprestasi yang diperoleh pada bangku pendidikan. Hingga boleh masuk runer up juara dua nasional, semua ini bagian dari anak-anak Maluku sudah perango kebodohan.
(MB-01)
Belum Ada Komentar