OJK Bersama Media Maluku Berkolaborasi Jadi Duta Literasi Untuk 11 Kabupaten/Kita
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikomandani Muhamad Yusuf, hari ini Jumaat (15/01/26) mengelar Training Of Trainer (TOT) kepada media masa di Kota Ambon. Dan media yang ikut kegiatan sangat bermanfaat ini sebanyak 27 peserta, kegiatan berlangsung di kantor OJK Karang panjang Ambon. Mengawali sambutan Yusuf sangat berbahagia atas kehadiran saling bersilaturahmi di tahun 2026. "Kami bersyukur dapat berjumpa dengan cuaca yang baik ini suatu tang sangat penuh rasa alhamdulilah"tuturnya..

Padakesempatan pertemuan kita berkolaborasi ini sudah cukup lama selama ini dukung tugas kami untuk sosialisasikan OJK. Dan ini bagian dari komitmen perkuat kerjasama bersama pers telah laksanakan fungsi berdiskusi untuk bagaimana peran tidak hanya publikasi. Namun ikut edukasi OJK kepada masyarakat di daerah yg selama ini masih belum tersentuh. Ini keinginan ikhtiar kami utuk sampai ketingkat bawah warga dapat mengetahui tentanglitetasi keuangan.
Ditahun ini ada judul OJK peduli yaitu bergerak duta edukasi Indonesia, kita buat bagi media yang sesuai dengan ketentuan mudah mudah bisa memperluas edukasi OJK dalam pelaksanaan fungsi edukasi keuangan. Lanjutnya dari survei keuangan sesuai literasi masih 5 persen, dimana 80 inklusi keuangan ini secara rasional bagaiman dengan yang di indonesia timur terutama 3T. Dan sesuai kordinasi sampai kini masih 70 persen OJK terjaring karena masyarakat belum tahu dan berpotensi dengan resiko.
Terkait lentenir ilegal ini yang penting kita bisa lihat untuk dapat menyeluruh dan fokus pada pemerataan, untuk mengangkat kepedulian sama sama melihatnya. Di tingkat nasional tahun 2017 kerugian masyarakat hampir 150 T sampai ada yang bunuh diri hingga ini merupakan tanggungjawab untuk melihat kasus seperti ini. Karena tantangan kamj hampir punya keterbatasan karena tidak ada di kecamatan. Dengan kolaborasi untuk dapat masuk buat gebrakan bantu masyarakat untuk tidak terjerat kerugian.

Karena ditahun ini akibat belum mengerti pinjaman Maka terjadi kerugian hampir 9 T, perlu upaya untuk kita kiranya bersama sama berikan pemahaman. Agar masyarakat tidak dirugikan hingga literasi keuangan sangat penting untuk dapat angkat inklusi ada manset baru kemandirian finansial. Kita harap dengan kegiatan ini pers dapat berikan pemahaman untuk mengelola hutang fungsinya agar kita dapat sampaikan kepada masyarakat mudah mudah juga akan lakukan secara berkelanjutan ke berbagai wilayah.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar