Rahmat Pratama : Pergerakan Ekonomi Positif Sepanjang Triwulan II 2026, Namun Belum Semua Sektor
AMBON,MALUKUBERSATU.COM,-Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Rahmat Pratama saat temu media dengan wartawan mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Maluku. Pada Selasa (29/009/26) berkesempatan berikan penjelasan menyangkut Perekonomian Maluku. Yang telah menunjukkan pergerakan positif sepanjang triwulan II 2026. Namun, disisi lain pertumbuhan itu masih belum dirasakan merata pada semua sektor.

Dimana aktivitas ekonomi daerah masih ditopang sejumlah sektor utama. Dan itu terlihat ada pada sektor pertanian, perikanan , perdagangan, transportasi serta belanja pemerintah. “Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II 2026 mencapai 5,31 persen secara tahunan. Pergerakan ekonomi masih ditopang sektor-sektor utama, meskipun ada beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian, termasuk pariwisata dan perhotelan,” kata Rahmat.
Lanjutnya dalam paparan itu dijelaskan, Diseminasi Perkembangan Perekonomian Provinsi Maluku Triwulan II 2026. Perdagangan dan transportasi menjadi salah satu sektor yang menunjukkan perkembangan positif. Penyaluran kredit perdagangan tercatat meningkat, sementara aktivitas bongkar muat peti kemas dan konsumsi listrik juga menunjukkan pertumbuhan. Untuk sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Maluku.

"Selain itu perbaikan nilai tukar petani, harga sejumlah komoditas perikanan serta volume produksi perikanan menjadi sejumlah indikator yang mendukung kinerja sektor tersebut," tuturnya. Dikatakan harga ikan, termasuk cakalang, juga mendapat dukungan dari membaiknya harga sejumlah komoditas global. Kondisi itu turut diperkuat dengan penyaluran kredit sektor pertanian dan perkembangan produksi perikanan.
Dan pada sektor lain, aktivitas belanja pemerintah dan sejumlah proyek nasional turut memberikan dorongan terhadap ekonomi daerah. "Dana transfer dari pemerintah pusat serta kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan pengembangan sejumlah batalyon ikut menciptakan aktivitas ekonomi, " sebutnya. Berbeda dengan sejumlah sektor tersebut, pariwisata dan perhotelan masih menghadapi tekanan.

Salah satu indikatornya terlihat dari penurunan jumlah tamu hotel berbintang di Maluku. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pariwisata merupakan salah satu sektor yang diharapkan dapat memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah, selain sektor berbasis sumber daya alam dan belanja pemerintah. Walaupun terdapat tekanan di sejumlah sektor, Bank Indonesia masih mempertahankan prospek positif ekonomi Maluku.
Untuk keseluruhan 2026, ekonomi Maluku diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,45%-5,85% secara tahunan. Pertumbuhan hingga akhir tahun diperkirakan ditopang kenaikan Upah Minimum Provinsi, harga komoditas perikanan yang masih relatif tinggi, pengembangan klaster dan UMKM, serta optimalisasi belanja pemerintah pusat maupun daerah.

Dengan demikian risiko eksternal tetap membayangi ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar dan harga BBM berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi. Risiko tersebut menjadi lebih penting bagi Maluku sebagai provinsi kepulauan karena tingginya biaya distribusi dapat memengaruhi harga barang dan aktivitas perdagangan antarpulau. "Peningkatan impor juga menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah," tutupnya. (MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar