Singerin : Ujian Sekolah Instrumen Utama Penentuan Kelulusan, Peserta Ujian Sekolah Se-Maluku 29.804 Siswa
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku Sarlota Singerin, berikan pesan kepada peserta didik kelas XII pada tingkatan SMA/SMK/SLB. Yang akan mengikuti ujian, pada Senin (13/05/26) Ujian Sekolah merupakan Instrumen Utama Penentuan Kelulusan. Dengan demikian selaku penanggungjawab ditingkat propinsi dirinya menyatakan. Pertama-tama, kami naikan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kepada media ini Jumat (10/04/26) dikatakan, Senin (13/04/26) nanti peserta didik akan memulai pelaksanaan Ujian Sekolah secara serentak di seluruh wilayah Maluku. Dan ditahun 2026 ini ada sebanyak 29.804 Peserta Ujian sekolah yang terbagi untuk SMA berjumlah 23.284 Peserta Didik dari 291 Sekolah. Sedangkan SMK sebanyak 6.455 Peserta Didik dari 119 sekolah. Dan SLB berjumlah 65 peserta didik, dari 13 sekolah, untuk itu bagi anak-anakku Peserta Ujian yang Saya Cintai.
"Ujian bukan sekadar rutinitas akhir tahun ajaran tetapi Ujian Sekolah yang kalian hadapi memiliki urgensi yang sangat mendasar", ungkapnya. Untuk itu saya ingin pesankan beberapa hal penting bagi kalian yaitu. Pertama Ujian Sekolah adalah instrumen utama yang menentukan kelulusan, setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Ini bentuk akuntabilitas publik sekolah bahwa siswa telah memenuhi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) ditetapkan secara nasional dan daerah.

Kedua, Hasil ujian ini akan menjadi cermin bagi Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku untuk memetakan mutu pendidikan. Sebutnya, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan, berkomitmen terus mengejar pemerataan kualitas. Agar siswa di pelosok Maluku mendapatkan standar pendidikan yang sama dengan peserta didik yang di perkotaan.
Ketiga, peroleh nilai tinggi penting, tetapi kejujuran yang paling utama. Jangan pernah mencederai dengan kecurangan. Ingat, Pemimpin Maluku masa depan, mereka yang memiliki karakter kuat dan integritas tinggi. Keempat, Ujian Sekolah sebagai Syarat Administrasi ke Jenjang Lanjutan. Bagi siswa SMA, nilai Ujian Sekolah pada ijazah syarat mutlak daftar ke Perguruan Tinggi, Seleksi masuk TNI/POLRI atau sekolah kedinasan. Selain itu memasuki dunia kerja yang membutuhkan bukti formal kompetensi akademik.
Bagi siswa SMK, ujian ini (termasuk Uji Kompetensi Keahlian) adalah sertifikasi kemampuan untuk meyakinkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Bahwa lulusan SMK Maluku memiliki keterampilan teknis yang siap pakai dan kompetitif di pasar kerja global. Sedangkan bagi Siswa SLB Ujian Sekolah menegaskan bahwa setiap warga negara, tanpa memandang keterbatasan fisik atau mental. Semua anak Maluku yang memiliki hak yang sama untuk diakui capaian belajarnya.

Ini adalah bentuk nyata perlindungan hak asasi manusia dalam bidang pendidikan di Maluku. Kelima, Di tengah upaya meningkatkan skor Program International Student Assesment (PISA) dan Rapor Pendidikan. Ujian Sekolah menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kemampuan literasi dan numerasi siswa Maluku berkembang. Sehingga semua siswa di Provinsi Maluku siap menghadapi tantangan digitalisasi yang kompleks.
"Kepada para Kepala Sekolah, Para Guru dan Para Pengawas laksanakan tugas dengan penuh profesionalisme dan kasih sayang. Ciptakan suasana ujian yang tenang, nyaman dan tertib, sehingga anak-anak kita dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Tunjukkan Profesionalitas dan Integritas yang tinggi dalam mendampingi dan mengawasi pelaksanaan Ujian Sekolah", pintanya.

"Terima kasih atas dedikasi tulus dari Bapak/Ibu Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Semua Pendidik dan tenaga kependidikan, Komite Sekolah, para orang tua dan semua pihak. Yang mendampingi anak anak hingga saat ini. Akhirnya dengan senantiasa mengharapkan bumbu gan Tuhan Yang Ma aha Kuasa.kiranya Ujian Sekolah yang akan ditahun 2026 pada seluruh kabupaten/kota di Propinsi Maluku dapat berlangsung dengan baik. Selamat bekerja dan selamat juang wujudkan transformasi pendidikan for Maluku pung Bae.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar