Tukloy : Gala Beat Fest Festival Seni & Musik Dipadukan Pameran UMKM di RTP Desa Galala.
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Koya Ambon yang kini dipimpin Wattimena-Toisuta, telah menjadi kota semakin bersinar dengan dibuatnya berbagai kegiatan diantara Pemkot dan masyarakat. Dimana pada Sabtu (31/02/2/26) Pemerintah Kota Ambon gelar Gala Beat Fest. Sebuah festival seni dan musik yang dipadukan dengan pameran UMKM di Ruang Terbuka Publik (RTP) Desa Galala.

Diselenggarakannya kegiatan besar tersebut mempertegas komitmen pemerintah kita Ambon, dalam menjadikan musik dan UMKM sebagai pilar utama ekonomi kreatif. Hal ini ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan Gala Beat Fest, sebuah festival seni dan musik yang dipadukan dengan pameran UMKM di Ruang Terbuka Publik (RTP) Desa Galala.
Terhadap acara yang menyatukan Pemkot dan warga kota Ambon. Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Christian Tukloy, yang sangat dengar dengan pers itu hadir mewakili Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si, menyatakan. "Sangat berikan apresiasi tinggi kepada komunitas Baronda Musik Maluku (BMM). Sebagai inisiator acara, dukatakan, kolaborasi antara kreativitas seni dan pemberdayaan ekonomi lokal adalah kunci kemajuan kota.

“Apa yang dibuat sangat luar biasa, meski baru peluncurannya di Desember 2025 tahun kemarin. Tetapi BMM sudah mampu menunjukkan kualitas melalui event sebesar. Pemerintah Kota Ambon, siap memfasilitasi penguatan ekosistem musisi lokal, termasuk pembentukan wadah hukum atau yayasan,” ujar Tukloy dalam sambutannya pada acara yang berlangsung penuh semarak itu.
Orang pertama ditubuh Dinas Pariwisata itu lebih lanjuy menjelaskan, "bahwa Pemkot Ambon berencana mereplikasi kesuksesan Gala Beat Fest ke empat di Kecamatan lainnya. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kalender event musik yang konsisten di seluruh penjuru kota. Ia menekankan bahwa musisi hebat membutuhkan ruang ekspresi yang berkelanjutan untuk mengasah, mengekspresikan talenta dan bakat mereka agar mampu bersaing di kancah nasional", jelas Christian

Lebih lanjut, sektor UMKM yang dilibatkan dalam festival itu disebutkan sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. “Ini bukan sekadar panggung musik, melainkan sebuah komunitas ekonomi, ada perputaran uang dan kreativitas di sini. Inilah wajah asli ekonomi kreatif Ambon, momentum ini terasa kian spesial mengingat Kota Ambon baru saja ditetapkan masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata", katanya.
Capaian ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendatangkan dukungan pendanaan untuk pengembangan pariwisata berbasis budaya.bdialhir komentar, Tukloy menegaskan bahwa pemanfaatan ruang publik akan terus dibuka lebar bagi komunitas kreatif. Baginya, musik adalah identitas masyarakat Ambon yang harus terus dirawat sebagai media penyampai pesan damai sekaligus motor penggerak kesejahteraan masa depan.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar