Wali Kota : Soal Kemiskinan & Pengganguran Jadi Perhatian Serius, Minta Warga Hentikan Pertikaian
Ambon,MalukuBersatu.Com,-Satu tahun kepemimpinan Walikota Kota Ambon dan Wakil Wali Kota pada Jumaat (29/02/26). Kedua pimpinan bersama Sekot Robby Sapulette adakan jumpa pers bersama puluhan wartawan diruangan Vlesingen. Sapulette mengawali acara dengan berterimakasih atas kehadiran kurang lebih 70 wartawan tang telah terbangun kerjasama dengan Pemkot. Selanjutnya Wawali Elly Toisuta memaparkan 17 program yang telah dijalankan selama satu tahun.

"Adapun keberhasilan yang telah diraih maupun masih yang perlu terus dilaksanakan dalam lima tahun ini. Dan kami akan terus bekerja keras untuk warga kota Ambon tercinta tanpa ada perbedaan diantara kita", tutur Wawali. Selanjutnya banyak pertanyaan yang disampaikan oleh wartawan salah satunya soal pengangguran dan kemiskinan. Dengan penuh rasa terhadap persoalan itu Wattimena sebut masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Pemerintah Kota Ambon.
Wali Kota, Bodewin Wattimena menyebutkan, ada dua persoalan sebagai tantangan paling berat dalam pelaksanaan 17 program prioritas pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Ely Toisuta. Pemerintah daerah tidak bisa sepenuhnya mengandalkan penerimaan CPNS atau pengangkatan tenaga honorer untuk menyerap tenaga kerja. Kesempatan tersebut terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun.

“Lapangan kerja tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. CPNS terbatas. Honorer juga tidak mungkin terus ditambah. Satu-satunya jalan adalah membuka ruang investasi,” kata Bodewin. Ia katakan, investasi menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan usaha dan menciptakan lapangan kerja baru. Pemerintah, lanjutnya, berupaya memberikan kemudahan bagi investor agar mau menanamkan modal di Kota Ambon.
Namun, Bodewin mengingatkan bahwa iklim keamanan menjadi faktor penentu. Investor, tidak akan masuk ke daerah yang dianggap tidak stabil. “Jangan berharap investor datang kalau kondisi kota tidak aman. Kalau situasi kacau, orang takut berinvestasi. Tanpa investasi, tidak ada lapangan kerja,” tegasnya.

Selain faktor keamanan, Bodewin juga menyoroti tingginya arus pencari kerja dari kabupaten lain di Maluku yang datang ke Ambon. Kondisi itu membuat angka pengangguran di ibu kota provinsi terus meningkat. Ia berharap pemerintah kabupaten/kota lain di Maluku turut mengembangkan potensi daerah masing-masing agar tidak semua pencari kerja bertumpu di Ambon.
“Kalau daerah punya potensi pertanian atau perikanan, kembangkan. Bangun industri kecil atau pengolahan. Jangan semua datang ke Ambon mencari kerja,” ujarnya. Beliau jelaskan, Pemerintah Kota Ambon tetap berkomitmen menekan angka pengangguran dan kemiskinan melalui kemudahan investasi dan penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Tetapi persoalan tersebut membutuhkan dukungan bersama, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah lain di Maluku. “Ini bukan hanya tugas pemerintah kota tapi tanggung jawab bersama,” katanya.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar