SLB Batu Merah Gelar Porseni Edukasi Siswa Tumbuhkan Kepercayaan Diri Dalam Kebersamaan
Ambon ,MalukuBersatu.Com,Pekan olahraga dan seni (Porseni) kini sementara merambah dihampir seluruh satuan pendidikan termasuk Sekolah Luar Biasa. Terkait itu saat media ini kunjungi SLB Batu Merah terlihat peserta didik yang berkebutuhan khusus, sementara terbawa dalam suasana perlombaan. Dan mereka sangat gembira serta penuh antusias mengikuti berbagai lomba yang telah disiapkan panitia pelaksana.

Menyambut media Kepala sekolah SLB Baru Merah Irma Dukomalamo, S.Pd sangat welcome dan dirinya berkomentar. Peringati semangat HUT 17 Agustus, Hut Propinsi ke-81 SLB Batu Merah setiap tahun menyelenggarakan dan tahun ini menyongsong HUT. Sebelumnya kami telah rapat untuk pembentukan panitia yang terdiri dari dewan guru dengan SK Kepala Sekolah. Dengan penetapan itu maka panitia mulai mendesa berbagai mata lomba.
"Dan berbagai lomba yang dibuat itu semuanya lomba edukasi dengan tujuan untuk melatih, berkomunikasi interaksi sosial dan kolaborasi dengan semua peserta didik. Mulai dari SD-SM dan SMA LB, Kita telah memulai sejak Senin (108/25) dihari pertama pembukaan dengan senam anak Indonesia hebat. Dilanjutkan lomba ular tangga numerasi untuk jenjang SMP dan SMA", terangnya.

Dimana lombanya dibagi dalam beberapa kelompok untuk satu dan lainnya saling melengkapi, ada menjadi pion ada yang melempar dadu serta menjawab pertanyaan. Sedangkan untuk kelas kecil lomba menyusun angka dari angka 1 sampai dengan 10, selain itu bagi yang sudah mandiri kami lepas. Tetapi yang belum didampingi para wali-wali kelas, pada hari kedua j mata lomba berbeda.
Dibuat lomba menyusun kata dalam bentuk kalimat, kami melatih mereka untuk membaca ketepatan dan kecepatan dan juga kerjasama. Hingga sampai hari ke-empat lomba terus berlanjut. Ada fase show, solo dan menghias kelas, semua kami buat tujuannya memupuk percaya diri dari peserta didik kalau ke di luar sana mungkin mereka kurang percaya diri kami terus berusaha ada untuk anak-anak yang luar biasa.

"Kita tanamkan kepercayaan dari, saat berada lingkungan sekolah maupun tempa mereka beradaptasi dari per kelas untuk semua jenjang. Hal penting yang kami buat salah satunya lomba karaoke, karena bagi anak-anak yang punya multitalenta suaranya bagus itu ada pada tuna netra. Sembari sebut ada juga lomba untuk menyatukan mereka seperti lomba gigi kerupuk, masukan air dalam botol", sebutnya.
Sedangkan yang lebih kita mendominasi di sini adalah lomba-lomba edukasi melatih anak-anak baik dari akademik motorik. Kemudian literasi dan numerasi kita sisipkan lomba-lomba menyongsong HUT RI ini jadi anak-anak sangat antusias. Tambahnya dihari kedua lomba kami dapat kunjungan dari anggota DPD RI Ibu Ana Latuconsina.

"Beliau melihat kreativitas anak-anak dan lakukan dialog dengan kami, selanjutnya berikan alat mewarnai dan melukis siapkan semua atribut. Mereka berada didalam terbuka dan berekspresi di situ terlihat kreatifitas anak-anak. Terlihat cara ini tumbuhkan kepercayaan tetapi dan hampir sebagian besar sudah terlihat penuh percaya diri", ungkap Kepsek.
Saya pantau dari hari pertama sampai ke-empat, antusias mereka berada diluar kelas sangat lebih baik untuk itu setelah ini kami akan lakukan evaluasi. Agar dalam proses pendidikan tidak hanya terfokus didalam ruangan tetapi diluar itu juga perlu, supaya ketika mereka di masyarakat tidak kaget lagi. Tambahnya semua yang boleh berjalan untuk bentuk kepercayaan diri anak tidak selesai disini saja.

Kedepan akan terus ciptakan suasana aman dan nyaman bagi mereka agar tetap mereka merasakan kebahagiaan. Dengan demikian mereka mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna itu yang terpenting bagi kami dewan guru. Saat ditanyakan kepedulian Dikbud sendiri seperti apa, Dinas Pendidikan sangat berikan perhatian luar biasa. Lewat ibu Kabid Helga Sahetapy, kami terus bangun koordinasi.
Beliau selalu menanyakan keberadaan peserta didik dan mintakan kami jadilah guru yang terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dan selain itu kami juga selalu bangun kerjasama dengan stakeholder lainnya. Seperti orang tua, lingkungan sekitar sekolah karena ketika lomba seperti begini masyarakat berikan perhatian luar biasa.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar