Titioka : Gelar Workshop BUMDES Tingkatkan Kedaulatan Ekonomi Desa Berbasis Riset & Tata Kelola Profesional.
Ambon,MalukuBersatu.Com, untuk meningkatkan Badan Usaha Unit Desa (BUMDES) maka "Busines Model Canvas" yang dipimpin Baretha Meisar Titioka bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon dan juga DPRD Kota Ambon. Dikesempatan itu Titioka menyatakan, kegiatan ini untuk komitmennya mendorong transformasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Agar tidak lagi sekadar menjadi entitas administratif, melainkan pilar kedaulatan ekonomi desa berbasis riset pasar dan tata kelola profesional.

"Lanjutnya kegiatan ini dilakukan dalam acara workshop dengan tujuan untuk peningkatan kapasitas BUMDES yang dirancang dalam format bootcamp intensif selama dua hari, (24–25/02/26). Kegiatan ini menyasar kepala desa dan raja serta direktur BUMDES sebagai pengambil keputusan operasional. Dikatakan lagi, pemerintah menekankan bahwa BUMDES di Kota Ambon tidak boleh lagi bergantung semata pada penyertaan modal negara tanpa perencanaan yang matang.
Dengan demikian setiap investasi dana desa harus memberikan imbal balik nyata bagi kesejahteraan masyarakat. “BUMDES harus menjadi pilar kedaulatan ekonomi yang dibangun di atas fondasi riset pasar yang valid dan kalkulasi finansial yang akurat,” Harapnya. Disebutkan, berbagai riset menunjukkan kegagalan BUMDes di sejumlah daerah bukan disebabkan kekurangan modal.
Melainkan ketiadaan kepemimpinan strategis yang mampu menyelaraskan visi antara pemerintah desa sebagai pengawas dan pengelola sebagai pelaksana bisnis. Dan Workshop ini dibagi dalam empat blok kompetensi utama. Dihari pertama, peserta difokuskan pada pemetaan model bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC) serta teknik uji kelayakan finansial. Melalui perhitungan break-even point dan rasio investasi.
Dihari kedua, materi diarahkan pada manajemen risiko untuk menyusun strategi mitigasi bisnis. Peserta juga mendapat pendalaman sistem informasi akuntansi (SIA) guna mendorong pencatatan keuangan digital yang transparan dan berbasis data. Dimana metode pembelajaran dikemas dalam bentuk paparan interaktif, bedah studi kasus, hingga simulasi. Kegiatan ini didesain sebagai “laboratorium praktik”, bukan sekadar ruang teori.

“Tituoka sebut, membedah kelayakan bisnis secara jujur, melakukan stress test terhadap arus kas, hingga menyusun mitigasi risiko untuk menjaga amanah publik. Saya tidak ingin peserta hanya pulang membawa sertifikat, tetapi juga membawa dokumen yang siap dieksekusi,” ujarnya. Hasil Konkret dan Tindak Lanjutnya setiap peserta BUMDes menghasilkan dokumen perencanaan yang mencakup peta visual BMC.
Ada lagi analisis aspek pasar, serta lembar kerja simulasi manajemen finansial. Selain itu, disusun pula identifikasi risiko dan draft laporan keuangan digital berbasis sistem SIA. Sebagai langkah keberlanjutan, masing-masing peserta menyusun rencana tindak lanjut konkret untuk diimplementasikan di desa masing-masing. Pemerintah berharap, melalui penguatan kapasitas ini, BUMDes di Kota Ambon mampu memilih unit usaha yang kompetiti.
Selain itu sehat secara arus kas, memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Di akhir sambutan, panitia memohon kesediaan Wakil Wali Kota untuk memberikan arahan sekaligus membuka secara workshop tersebut. Pemerintah optimistis, tata kelola BUMDes yang profesional dan akuntabel akan menjadi legasi kepemimpinan yang dikenang generasi mendatang.(MB-01)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar