
Tuamely : Untuk Kemajuan Amalopu Selain Bacarita Infrastruktur Mesti Disediakan
AmbonMalukuBersatu.Com,-Acara Pemanasan/panas Gandong Rumahkay-Rutong mulai digelar pada Selasa (18/03/25) dan dihari kedua Rabu (19/03/25). Acara masih terus berlanjut dengan topik yang diambil bacarita orang basudara sambil ngopi, carita mengenai kemajuan Amalopu ke depan. Sebelum bacarita dimulai salah satu anak daerah yang juga tokoh masyarakar Negeri Rumahkay Bung Andre Tuamely kepada pers dikediamannya menuturkan.
Ketua panitia mintakan kami sebagai anak negeri hadir dalam bacarita Amalopu pung bae kedepan, dimana akan hadir Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela. Ada lagi Sekda SBB utusan dari Kabupaten, BPOM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Serta akan banyak warga dua gandong katong satu hati bicarakan banyak hal itu bagi beta sesuatu yang menarik untuk didengar dan dipercakapkan.
Lanjut mantan pimpinan jam sostek itu, kenapa sampai sekarang ini tanah leluhur yang diberikan untuk katong diami masih biasa-biasa saja. Padahal nilai historisnya ada, pariwisata ada bahkan hasil alam luar biasa dilaut dan darat. Untuk itu di kesempatan ini beta mau berikan sedikit edukasi bagi negeri tercinta ini. Mau bangkit maka yang pertama pemerintah kabupaten SBB dan juga pemerintah Desa harus melihat yang pertama.
Untuk datangkan pengunjung harus persiapkan tempat tinggal yang memadai baik itu wisatawan lokal maupun luar, siapkan rumah yang diluar seperti gubuk tapi didalamnya mewah. Miliki kamar mandi, kamar tidur yang memadai, untuk kamar mandi disiapkan air panas dan berdayakan rumah masyarakat untuk mesejahteraan mereka. Semuanya itu kita bisa kerjasama dengan perbankan.
Lakukan peminjaman sekitar 50 juta siapkan infrastruktur sehingga bisa bangkit pariwisata maupun UMKM dan lainnya di Amakele. Selain itu pemerintah negeri buka sarana instalasi air, listrik. Seandainya itu sudah tersedia tidak ada masalah lagi hingga kita dapat kembangkan sektor lainnya dengan mudah dibantu oleh adik Lopurisa yang sudah go internasional.
Sebab kalau marketnya belum punya, beta sebagai anak negeri ingin katakan, walaupun katong bacarita dalam berbagai model percaya omongannya sampai sebatas bicara saja. Program tidak akan jalan hingga sekali lagi perhatian pemerintah haruslah diarahkan ke situ dulu. Kalau semua sudah disiapkan maka kita bisa bicarakan soal gitalisasi, serta berbagai hal lainnya. Seperti kembangkan gerai-gerai, satu yang mesti jadi perhatian pemerintah sediakan juga yang orang tatua dolo sebut tabaos.
Tujuannya agar pengunjung tidak meraba-raba berbagai lokasi yang ingin dikunjungi itu letak dimana. Karena telah ada juru bicara, selain itu bagi masyarakat yang rumahnya disediakan haruslah murah meriahlah. Tarif dari 25-50 ribu, seandainya ada yang hadir lebih dari 10 orang tiap hari maka akan dapat keuntungan. Dan menyangkut itu juga sudah merupakan bagian dari usaha mikro.
Selain itu, soal makanan khas Maluku semua mesti disiapkan dengan kwalitas yang baik agar para pengunjung merasa puas menikmati. Hingga pasti mereka akan kembali untuk berpetualang di Rumahkay, sebab semua yang tersedia sangat membuat wisatawan merasa nyaman, aman, indah dan mempesona. Apalagi air terjun yang jadi kebangaan orang Rumahkay sebagai objek wisata bukan saja satu tetapi ada tiga agar jadi perhatian Pemkab.
Terutama akses jalan menuju lokasi air terjun tersebut, kalau boleh dibuat jembatan penghubung. Agar supaya para pengunjung yang datang dapat merasakan nyaman saat berkunjung ke air terjun. (MB-01)
Belum Ada Komentar