
Wali Kota Hadiri Bacarita PG Amalopu, Inga Janji Orang Tatua Laeng Sayang Laeng
Rumahkay,MalukuBersatu.Com,-Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena hadiri Pemanasan/panas Gandong Amalopu (Amakele-Lopurisa), inga janji orang tatua laeng sayang laeng. Kehadiran orang nomor satu dikota Ambon bersama beberapa OPD termasuk Plt Kepala Protokol Hendrik Risakatta. Hadiri pemanasan/panas Gandong Rumahkay-Rutong hari kedua Rabu (19/03/25) kedua Raja bersama ketua panitia dua gandong sambut para pimpinan tepat pukul 10.00 WIT.
Diantaranya Wali Kota Bodewin Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, Sekda A Tuasun, OJK Propinsi Maluku serta rombongan lainnya. Untuk mengikuti rangkaian acara pemanasan/panas gandong yaitu bacarita orang basudara. Dalam sambutan Wali Kota Ambon menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan pemanasan/panas gandong. Antara Kaka di pulau Seram dan Adik di pulau Ambon dua daerah yang berbeda.
Tetapi perkenaan Tuhan disatukan oleh para leluhur/moyang hingga dong dua disatukan. Dan dituntun dengan ikatan darah dengan sebutan gandong. Hari ini katong samua bakumpul, dalam butan adat istiadat yang sangat sakral untuk terus dilestarikan. Sebab panas gandong merupakan warisan para leluhur harus dijaga, dipelihara serta dilestarikan, sebagai bukti orang tua zaman dulu pung hidup.
Laeng sayang laeng, saling menghargai dalam hubungan persaudaraan yang boleh dikatakan lahir dari satu rahim/satu gandong. Dijelaskan jika dulu kala panas gandong dilakukan guna menghargai hubungan darah. Beta harap di masa kini makna tersebut harus dapat lebih kembangkan yaitu, membangun kembali memori mesti diisi dengan berbagai hal yang dapat menjawab tantangan perkembangan zaman sekarang.
Panitia harus melihat dalam proses pemanasan gandong banyak mesti jadi perhatian agar dapat menjawab tantangan perkembangan zaman. Sebab terlepas dari jejak sejarah pada kedua Negeri mesti perlu dikembangkan cara menjalin kerjasama sesuai potensi masing-masing. Pemerintah Kota Ambon akan menjalin kesepakatan bersama antara wilayah dengan pemerintah Kabupaten Serang Bagian Barat (SBB).
Jadinya kesepakatan tersebut sebagai payung untuk implementasi kesepakatan yang lainnya yang lebih luas diberbagai bidang dalam kacamata kebersamaan. Kalau ada satu wilayah berkembang dan maju, kita bisa berkontribusi. Lanjutnya kehadiran katong karena dua gandong satu di Nusa Apono dan satu di Nusa Ina akan selalu siap baku keku.
Danke buat panitia pa Yus dan kawan-kawan Amakeke-Lopurisa, katong tarus bergandengan tangan karena ade-kaka itu harus selaku baku sayang sesuai janji orang tatua. Satu kurang yang laeng bantu satu rasa saki dua- dua rasa. Sama-sama baku keku seng boleh putus jantung.(MB-01)
Belum Ada Komentar